Breaking News:

Adrianus Asia Sidot Ajak Warga Desa Embaong Rawat Kebhinekaan dan Toleransi

Meskipun terdiri dari berbagai suku dan agama namun berkat 4 pilar Negara memperkokoh solidaritas antar warga masyarakat dari Sabang sampai Merauke hi

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Adrianus Asia Sidot saat menggelar reses di Kelurahan Bunut, dan Desa Embaong, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Negara Republik Indonesia sampai ini tetap berdiri kokoh karena Para Founding Fathers sudah meletakkan pondasi yang sangat penting. Empat pilar yang kokoh sebagai penyokong Negara Indonesia itu adalah Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Meskipun terdiri dari berbagai suku dan agama namun berkat 4 pilar Negara memperkokoh solidaritas antar warga masyarakat dari Sabang sampai Merauke hingga saat ini, Indonesia tetap bersatu. 

Hal itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Adrianus Asia Sidot dalam resesnya yang digelar di Kelurahan Bunut dan Desa Embaong, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kemarin.

Politisi Partai Golkar itu menilai, dalam keberagaman yang tertanam rapi di hati anak bangsa ada tersimpan belati yang sedang memperkeruh kebhinekaan. 

Baca juga: Prabasa Ungkap Dukung Airlangga Nyapres 2024 Saat Rapimnas Partai Golkar

Menurutnya, saat ini para kelompok-kelompok separatis, radikalisme dan terorisme yang mengingkari kebhinekaan dan persatuan, tumbuh dan bergerak dalam bingkai NKRI.

"Seperti yang kerap didengar belakangan ini, mulai banyak paham intoleransi dan kelompok-kelompok radikal yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya melalui rilisnya, Senin 22 Maret 2021.

"Bahkan, ingin mencoba mengganti Pancasila yang merupakan salah satu dari 4 pilar utama dengan ideologi yang lain. Tentu hal ini perlu dicegah dari sejak dini," imbuhnya.

Dari kasus-kasus yang mengaburkan eksistensi persatuan NKRI itu, lanjutnya, sosialisasi 4 pilar untuk semua lapisan masyarakat Indonesia menjadi sangat penting. Supaya seluruh rakyat memahami betul bahwa Indonesia kuat karena selalu menjaga 4 pilar utama negara. 

"Sebagai warga negara yang cinta pada NKRI, Menjaga dan merawat Nilai-nilai kebangsaan, dalam hal ini artinya melaksanakan apa yang tercantum dalam 4 pilar utama negara RI, konsep 4 pilar harus menjadi praktik hidup bersama warga masyarakat," kata Anggota DPR RI dari Dapil Kalbar II itu.

Dalam acara tatap muka dengan masyarakat Desa Embaong, selain menggali berbagai persoalan yang ada di masyarakat, yang terpenting bagi Adrianus adalah mengingatkan kembali pelaksanaan 4 Pilar Utama Negara dalam kehidupan bermasyarakat. 

Baca juga: Buka Muscam Partai Golkar Kecamatan Parindu, Ini Pesan Fransiskus Ason

Dihadapan para konstituen, Adrianus mengulas kembali fakta sejarah penjajahan di bumi NKRI yang menurutnya terjadi karena rakyat Indonesia saat itu mudah diadu domba.  Indonesia pernah dijajah Belanda hingga 350 tahun dan juga dijajah Jepang karena rakyat Indonesia saat itu mudah diadu domba. 

“Dari fakta sejarah itu, kita mengambil hikmah untuk menegaskan kepada dunia, bahwa rakyat kita sangat cinta pada persatuan dan kesatuan, tidak boleh diadu domba pihak manapun, dengan memahami dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, maka kita tidak akan mudah digoyang dengan gerakan intoleransi dan berbagai paham-paham lain yang membawa Indonesia pada kehancuran,” tegasnya.

Mari kita rawat Bhinneka Tunggal Ika dan kembangkan sikap toleransi. Adrianus juga berpesan, jika ada kelompok yang ingin mengembangkan sikap intoleransi, sebaiknya tidak diberi ruang gerak dan harus dicegah sejak dini. 

"Semua lapisan masyarakat Indonesia harus sepakat dan sepaham untuk selalu menjaga 4 Pilar Utama Negara Indonesia,"pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved