Harga Cabai Tinggi Sebabkan Inflasi, Sekda Sintang Temui Petani Cabai

Selanjutnya, Sekda Sintang melakukan panen cabe keriting dan cabe rawit yang ditanam diatas lahan 1 hektar dan ditumpangkan dengan jeruk sambal. Usai

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, mengunjungi Kelompok Tani Cakra Mandiri di Desa Baning Panjang, Kecamatan Kelam Permai. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, mengunjungi Kelompok Tani Cakra Mandiri di Desa Baning Panjang, Kecamatan Kelam Permai.

Kedatangan Sekretaris Daerah, Kepala Bappeda dan rombongan disambut Ketua Kelompok Tani Cakra Mandiri Abdul Gani dan anggota kelompok.

Tiba di Desa Baning Panjang, Sekda Sintang langsung diajak melihat tempat peternakan kelinci. Air kencing dan kotoran kelinci ini, diolah menjadi pupuk organik cair (POC) berkualitas tinggi setelah melalui permentasi dan selama 21 hari.

Usai melihat peternakan kelinci dan lokasi pengolahan pupuk organik, Sekda Sintang dan rombongan melihat peternakan kelulut. Di peternakan kelulut milik Kelompok Tani Cakra Mandiri terdapat 300 kotak dan sudah mampu menghasilkan 100 liter madu kelulut sekali panen dengan harga 500 ribu per liter.

Selanjutnya, Sekda Sintang melakukan panen cabe keriting dan cabe rawit yang ditanam diatas lahan 1 hektar dan ditumpangkan dengan jeruk sambal. Usai panen cabe, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang juga melakukan panen jeruk sambal.

Baca juga: Wabup Sintang Dorong Masyarakat Kembangkan Agrowisata

“Saya senang bisa berada ditengah-tengah petani. Saya merasakan wawasan dan ilmu saya bertambah hari ini. Saya menjadi tahu cara membuat pupuk cair dan beternak kelulut. Saya juga bisa menerima keluhan-keluhan dan harapan para petani cabe dan jeruk sambal. Kita akan pertimbangkan untuk memberikan bantuan traktor rotary untuk kelompok tani di sini untuk meringankan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen,” ungkap Yosepha.

Yosepha sepakat untuk mengembangkan sentra-sentra penghasil cabe di Kabupaten Sintang. Menurut Yosepha, cabe menjadi salah satu yang membuat inflasi di Kabupaten Sintang.

“Kami di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sintang selalu direpotkan dengan penyebab inflasi di Kabupaten Sintang itu karena tingginya harga cabe di pasaran. Kami sangat mendukung dan mendorong petani cabe untuk tumbuh dan berkembang dalam rangka menyuplai kebutuhan cabe masyarakat Kabupaten Sintang,” terang Yosepa Hasnah. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved