Breaking News:

Tingkatkan Pendidikan, Bank Kalbar Bersama OJK Sosialisasi Budaya Gemar Menabung

"Kita mensosialisasikan menabung satu pelajar, satu rekening, sekaligus juga ini dalam rangka OJK go to pesantren," ujarnya.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rokib
Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail memberikan buku tabungan dalam rangka program gemar menabung kepada santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Jihad Jl. Komodor Yos Sudarso Nomor 35, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 19 Maret 2021. oki 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka untuk meningkatkan pendidikan, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat (Bank Kalbar) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar sosialisasi dan edukasi gemar menabung, di Pondok Pesantren Al Jihad, Jl. Komodor Yos Sudarso Nomor 35, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 19 Maret 2021.

Direktur Utama Bank Kalbar, Samsir Ismail menyampaikan, bahwa sosialisasi gemar menabung ini dilaksanakan juga sekaligus dalam rangka OJK go to Pesantren.

Yang mana sasaran pada sosialisasi gemar menabung tersebut merupakan anak usia dini yang ada di pesantren.

Bantuan program gemar menabung ini kurang lebih menyasar ke 1.000 anak usia dini.

Baca juga: Bank Kalbar Bukakan 1.000 Rekening Tabungan Demi Ajak Santri Belajar Menabung

"Kita mensosialisasikan menabung satu pelajar, satu rekening, sekaligus juga ini dalam rangka OJK go to pesantren," ujarnya.

Ia mengatakan, memang setiap tahunnya Bank Kalbar bersama OJK melakukan kunjungan ke berbagai sekolah maupun pesantren dalam rangka mensosialisasikan dan edukasi terhadap gemar menabung.

"Intinya kita mengajak mulai dari anak usia dini untuk menampung, sehingga nanti kita harapkan mereka kalau mau melanjutkan baik untuk SLTA, Tsanawiyah, Aliyah atau perguruan tinggi mereka sudah ada bekal untuk melanjutkan pendidikannya dengan sedikit menabung sehingga lama-lama bisa terkumpul biaya mereka melanjutkan pendidikan," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk ditahap awal pembukaannya maksimum menabung Rp 10 ribu. Kemudian setelah itu, barulah diserahkan kepada mereka sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

"Itu juga banyak yang ditopang oleh orang tuanya untuk simpanan bagi anaknya untuk melanjutkan pendidikan," katanya.

Tidak hanya itu saja, Ismail juga mengungkapkan bahwa pada kesempatan itu, pihaknya jugs memberikan kartu plus atau kartu elektronik yang nantinya bisa digunakan untuk berbelanja seperti misalnya beli pakaian sekolah dan lainnya.

"Kita harapkan dari tabungan itu bisa mengisi kartu plusnya untuk belanja melalui digital banking semua kita harapkan menggunakan elektronik jadi sudah mengurangi terhadap belanja secara tunai," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved