Breaking News:

Dema IAIN Pontianak Sukses Gelar FGD Kebangsaan

"Tapi yang paling penting adalah pengamalannya, jadi pengetahuan tanpa diamalkan itu, akan mengakibatkan pengetahuan akan jadi sia-sia," ujarnya.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Pontianak sukses gelar Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan. 

Citizen Reporter :

Bambang Eko Priyanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Pontianak sukses gelar Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Syekh Abdul Rani Mahmud IAIN Pontianak.

Kegiatan FGD Kebangsaan tersebut mengusung tema 'Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Ideologi Pancasila dalam Rangka Mereduksi Berkembangnya Sikap Intoleran dan Paham Radikalisme di Wilayah Kalimantan Barat Tahun 2021'.

Kegiatan itu juga menghadirkan 3 narasumber, yakni Kepala Kesbangpol Kalbar, Drs Hermanus, M.Si, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, H. Ishak Ali Al-Muthahar, dan Wakil Dekan II FTIK IAIN Pontianak, Dr Sahrani, M.Pd.

Baca juga: Resmi Dilantik, PKPT IAIN Pontianak Siap Mewujudkan Generasi IPNU-IPPNU yang Sejati 

Wakil Rektor III, Abdul Mukti dalam sambutannya berpesan kepada adik-adik mahasiswa bahwa, 4 pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) yang sudah disepakati bersama, sebisa mungkin terus diseminarkan.

"Tapi yang paling penting adalah pengamalannya, jadi pengetahuan tanpa diamalkan itu, akan mengakibatkan pengetahuan akan jadi sia-sia," ujarnya.

Dirinya juga menyebutkan, pemahaman tentang empat pilar itu harus terus diperkuat, dan tak kalah penting pengamalannya juga harus terus ditingkatkan.

"Jadi sebagai pemuda, mari berlomba-lomba dalam mengamalkan apa yang sudah diketahui," katanya.

Dalam kegiatan yang sama, Formatur Ketua Dema IAIN Pontianak, Sopiallah yang juga merupakan penyelenggara kegiatan ini menyampaikan bahwa sebagai putra bangsa percaya bahwa UUD 1945 adalah konstitusi yang final.

Serta sikap intoleran dan faham radikalisme tidak boleh hidup di Negara Indonesia. Karena hal ini dapat merusak kesatuan dan persatuan negara ini.

“Maka dari itu kita sebagai pemuda memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pemahaman tentang wawasan kebangsaan, ideologi pancasila kepada masyarakat. Agar persatuan bangsa Indonesia tetap terjaga,” tukasnya kepada seluruh peserta yang hadir. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved