CARA Kerja Vaksin Covid-19, Ternyata Ada Efek Samping

Centers for Disease Control (CDC) menjelaskan bagaimana tepatnya cara kerja vaksin dan mengapa kita memerlukannya.

Tayang:
Editor: Mirna Tribun
shutterstock
CARA Kerja Vaksin Covid-19, Ternyata Ada Efek Samping. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Centers for Disease Control (CDC) menjelaskan bagaimana tepatnya cara kerja vaksin dan mengapa kita memerlukannya.

Dengan begitu, banyak pertanyaan tentang apakah vaksin itu aman atau tidak.

Dirangkum dari laman Eatthis.com, simak apa yang terjadi pada tubuh usai vaksinasi Covid-19.

1. Bertujuan mengaktifkan kekebalan tubuh

Ketika kuman, seperti virus penyebab Covid-19 menyerang tubuh kita, mereka berkembang biak.

Invasi ini, yang disebut infeksi, akan menyebabkan penyakit.

Nah, sistem kekebalan kita menggunakan beberapa alat untuk melawan infeksi.

2. Sel darah putih melawan infeksi

Makrofag adalah sel darah putih yang menelan dan mencerna kuman dan sel mati.

Makrofag meninggalkan bagian dari kuman penyerang yang disebut antigen.

Tubuh mengidentifikasi antigen sebagai bahan berbahaya dan menstimulasi antibodi untuk menyerangnya.

3. Keunggulan sistem kekebalan tubuh

Pertama kali seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan Covid-19, dibutuhkan beberapa hari atau minggu bagi tubuh untuk menggunakan semua alat pembasmi kuman yang diperlukan dalam mengatasi infeksi.

Setelah infeksi, sistem kekebalan orang tersebut mengingat apa yang dipelajarinya tentang cara melindungi tubuh dari penyakit itu.

Tubuh menyimpan beberapa limfosit-T, yang disebut sel memori, yang bekerja dengan cepat jika tubuh bertemu kembali dengan virus yang sama.

Ketika antigen yang sudah dikenal terdeteksi, limfosit B menghasilkan antibodi untuk menyerang mereka.

Para ahli masih mempelajari berapa lama sel memori ini melindungi seseorang dari virus yang menyebabkan Covid-19.

4. Cara kerja vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 membantu tubuh kita mengembangkan kekebalan terhadap virus penyebab Covid-19, tanpa kita harus terserang penyakit.

Berbagai jenis vaksin bekerja dengan cara yang berbeda untuk menawarkan perlindungan.

Tetapi dengan semua jenis vaksin, tubuh memiliki persediaan limfosit-T 'memori' serta limfosit-B yang akan mengingat cara melawan virus itu di masa depan.

5. Butuh waktu 2 minggu

Biasanya dibutuhkan beberapa minggu bagi tubuh untuk memproduksi limfosit-T dan limfosit-B setelah vaksinasi.

Oleh karena itu, ada kemungkinan seseorang tertular virus penyebab Covid-19 sebelum atau setelah vaksinasi, lalu jatuh sakit karena vaksin tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

6. Ada efek samping

Terkadang setelah vaksinasi, proses pembentukan kekebalan bisa menimbulkan gejala, seperti demam.

Gejala-gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan.

7. Lebih dari satu suntikan

Suntikan pertama mulai membangun perlindungan.

Suntikan kedua untuk mendapatkan perlindungan maksimal yang ditawarkan vaksin.

Berbagai jenis vaksin

Vaksin mRNA (Moderna dan Pfizer): Mengandung bahan dari virus yang menyebabkan Covid-19 memberi petunjuk kepada sel tentang cara membuat protein tidak berbahaya yang unik untuk virus.

Vaksin subunit: Setelah divaksin, sistem kekebalan kita mengenali bahwa protein tidak termasuk dalam tubuh dan mulai membuat limfosit-T dan antibodi.

Vaksin vektor (Johnson & Johnson): Begitu vektor virus berada di dalam sel kita, materi genetik memberikan instruksi kepada sel untuk membuat protein yang unik bagi virus yang menyebabkan Covid-19.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved