Breaking News:

Sekda Kalbar Minta Pemkab Sintang Perhatikan Pertumbuhan Ekonomi, IPM dan Kemiskinan

Walaupun persentase jumlah penduduk miskin dan pengangguran di Kalbar relative kecil, namun pertumbungan ekonominya mengalami kontraksi sebesar -1,82,

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekda Provinsi Kalbar, A.L, Leysandri saat membacakan sambutan Gubernur Kalbar, Sutarmijdi secara daring saat Musrenbang 2021 dan penyusunan RKPD Kabupaten Sintang tahun 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, A.L, Leysandri berharap Pemerintah Kabupaten Sintang, memperhatikan target tiga indicator dalam penyusunan RPJMD tahun 2021-2026. Tiga indikator itu antara lain, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kemiskinan.

“Karena secara khusus, pencapaian tahun 2020 yang masih di bawah provinsi dan nasional, dengan memperitmbangkan asumi dikala masa pandemi,” kata Leysandri saat membacakan sambutan Gubernur Kalbar, Sutarmijdi secara daring saat Murenbang 2021 dan penyusunan RKPD Kabupaten Sintang tahun 2022.

Leysandri menjabarkan, pada tahun 2020, presentase penduduk miskin di Kalbar sebesar 7,24 %, lebih kecil dari rerata nasional sebesar 10,19%. Tingkat pengangguran terbuka Kalbar, sebesar 5,18&, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, lebih kecil disbanding rerta nasional diangkat 7,15%. Sedangkan IPM Kalbar, meningkat sebesar 0,01 menjadi 67,66. Namun masih berada di bawah rerata nasional sebesar 71,90.

Walaupun persentase jumlah penduduk miskin dan pengangguran di Kalbar relative kecil, namun pertumbungan ekonominya mengalami kontraksi sebesar -1,82, dimana lebih baik dibandingkan capai nasional sebesar -2,07.

Baca juga: Musrenbang Tingkat Kabupaten Digelar, Bupati Jarot: Jangan Bangun Baru Selesaikan yang Sudah Dimulai

Jika dibandingkan dengan Kabupaten Sintang, maka capaian empat indicator makro Kabupaten Sintang, masih terhadap 3 indikator yang di bawah provinsi dan nasional.

“IPM Kabupaten Sintang sebesar 66,88, kemiskinan sebesar 9,27 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar -2,19 persen. Kemudian, tingkat pengangguran terbuka sintang lebih baik dari provinsi dan nasional, yaitu sebesar 4,50 persen,” ungkap Leysandri.

Leysandri menyadari, penetapan target tiga indicator tersebut akan menghadapi tantangan besar. Namun, dia meyakini target tersebut akan dicapai apabila pemerintah provinsi dan daerah bergandeng tangan bersama.

“Mari kita rapatkan barisan bekerja lebih giat dan serius lagi dengan menetapkan focus program dan kegiatan yang secara signifikan, berpengaruh langsung terhadap pencapaian target, terlebih lagi dalam menghadapi pandemic Covid-19,” ajaknya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved