Breaking News:

Pimpinan DPRD Kalbar Minta Limbah Medis Tak Dibuang Secara Langsung

Terkait dengan limbah medis ini, seharusnya pengelolaannya betul-betul memperhatikan hal kesehatan pada manusia dan hewan yang ada disekitarnya

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Try Juliansyah
TRIBUN PONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Suriansyah (tengah) saat diwawancara awak media. Senin (27/4/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Suriansyah berharap limbah medis yang ada baik dari pihak swasta maupun pemerintah khususnya covid-19 agar diolah terlebih dahulu dan tidak dibuang secara langsung.

Menurutnya, setiap lembaga baik badan usaha maupun instansi berkaitan yang menghasilkan limbah harus mampu mengelola limbah yang dilibatkan oleh kegiatan usaha atau lainnya sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan, terutama bagi manusia dan hewan yang ada disekitarnya.

"Terkait dengan limbah medis ini, seharusnya pengelolaannya betul-betul memperhatikan hal kesehatan pada manusia dan hewan yang ada disekitarnya," katanya, baru-baru ini.

Terkait dengan hal tersebut, kata dia, baik rumah sakit swasta maupun rumah sakit pemerintah sebelum mengeluarkan limbah medis sudah selayaknya mengolah limbah tersebut sesuai dengan kaidah lingkungan hidup sehingga tidak membahayakan masyarakat dan hewan yang ada.

Baca juga: Ditinggal ke Mesjid, Rumah Muadzin Terbakar

"Kami mendorong supaya setiap rumah sakit pemerintah maupun swasta benar-benar memperhatikan hal tersebut, mengolah limbah medis dengan seksama, tata cara yang baik, sehingga limbah yang dihasilkan tidak berbahaya bagi masyarakat dan hewan yang ada, dan menular terutama covid-19," pintanya.

"Terkait limbah padat seperti masker, alat pelindung diri, bekas obat-obatan mestinya tidak dibuang langsung ke TPS namun melalui proses pengolahan atau proses pemilihan, sehingga yang dibuang ke TPS sudah terbebas dari berbagai kemungkinan penyakit yang bisa menular," timpal dia.

Hal ini, lanjutnya, karena limbah yang ada di TPS akan diangkut kembali ke TPA atau dimanfaatkan oleh pemulung.

"Ada manusia yang berkegiatan disekitar lokasi tersebut, barang yang ada diantara limbah medis harus dicegah pembuangan langsung," tukasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved