Breaking News:

PMI di Deportasi Positif Corona, KJRI Kuching Akui Sudah Lakukan Kordinasi Dengan Imigrasi Serawak

Namun setelah dilakukan swab test oleh Diskes Provinsi Kalbar pada 12 Maret 2021 di Selter Dinsos Provinsi ternyata dari 77 orang terdapat 69 PMI diny

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sebanyak 79 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang di deportasi dari Depot Imigresen Semuja tiba di PLBN Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis 25 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Yonny Tri Prayitno menjawab terkait pemulangan 77 PMI dari Malaysia ditemukan 69 kasus konfirmasi Covid-19 hasil pemeriksaan Swab PCR Diskes Kalbar.

Selain itu pemulangan 77 PMI tersebut menyertakan hasil swab PCR pada 9 Januari 2021 dengan hasil semua negatif. Namun pemulangan baru dilakukan pada 11 Maret 2021 tanpa dilakukan swab test ulang.

Namun setelah dilakukan swab test oleh Diskes Provinsi Kalbar pada 12 Maret 2021 di Selter Dinsos Provinsi ternyata dari 77 orang terdapat 69 PMI dinyatakan positif corona.

Menanggai hal tersebut, Yonny mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk meminta penjelasan dari pihak Imigrasi Sarawak yang memulangkan para deportan tersebut.

“Kami disini sebagai perwakilan RI jadi sudah melakukan dengan tatacara diplomatik, berkoordinasi, berkirim surat dan menunggu hasil pengecekan dan tracing pihak Sarawak,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh Tribun Pontianak, Senin 15 Maret 2021.

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Tuding Pemerintah Malaysia Bekerja Tidak Benar

Ia mengatakan KJRI Khucing bukan kepala wilayah tak bisa berbuat dan bicara seenaknya.

“Kami juga sudah meminta pihak Imigrasi Sarawak untuk sementara waktu tidak lakukan pemulangan deportasi sampai penyelidikan ini tuntas,” tegasnya.

Dikatakannya sebagai perwaklian RI di Khucing tentu mempunyai tugas dan fungsi untuk memelihara dan meningkatkan hubungan baik antara kedua wilayah dan kedua negara.

“Jadi kami lakukan komunikasi dengan sebaik -baiknya agar ada saling kesepahaman dan tidak saling menyalahkan,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved