Pemkot Singkawang Serahkan Masker dan Tabung Oksigen untuk 8 BPKS

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi BPKS, dan menjadi penyemangat saat bertugas, serta selalu memperhatikan keselamatan masing-masing saat bert

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyerahkan masker dan tabung oksigen kepada salah satu petugas pemadam kebakaran swasta Kota Singkawang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pemerintah Kota Singkawang menyerahkan bantuan berupa masker dan tabung oksigen kepada delapan Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Kota Singkawang pada Sabtu 13 Maret 2021 kemarin, dimana masing-masing BPKS ini menerima dua buah masker dan dua buah tabung oksigen.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan bantuan sebanyak 16 masker dan 16 tabung oksigen untuk petugas BPKS Kota Singkawang tersebut merupakan bantuan dari salah satu pengusaha yang berasal dari Kota Singkawang.

“Bantuan ini dari bapak Bong Bu Kiat, saya selaku Pemerintah Kota Singkawang mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya kepada bapak Bong Bu Kiat dan keluarga yang sudah memberikan perhatian yang luar biasa untuk Kota Singkawang,” ungkap Tjhai Chui Mie kepada wartawan, Senin 15 Maret 2021.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi BPKS, dan menjadi penyemangat saat bertugas, serta selalu memperhatikan keselamatan masing-masing saat bertugas,” lanjutnya.

Baca juga: Puluhan Remaja Pelaku Balap Liar Terjaring Razia Satlantas Polres Singkawang

Menurutnya, tugas yang diemban oleh para petugas pemadam kebakaran ini merupakan tugas yang berbahaya, sehingga Tjhai Chui Mie mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk membantu BPKS Kota Singkawang dalam bertugas.

“Kami harapkan bisa mendapatkan bantuan lainnya lagi seperti baju anti api maupun selang, serta mobil pemadam yang dilengkapi tangga, sehingga dapat membantu memudahkan petugas memadamkan kebakaran,” katanya.

Masker dan tabung oksigen ini menjadi salah satu alat yang sangat dibutuhkan oleh petugas pemadam kebakaran khususnya pada saat bertugas menyelamatkan korban kebakaran.

Seperti pada peristiwa kebakaran di deretan ruko di Jalan P. Diponegoro berberapa waktu lalu, petugas pemadam sempat mengalami kesulitan mencari keberadaan korban lantaran asap yang sudah memenuhi seluruh ruangan pada ruko yang terbakar.

Kendati demikian, menurutnya hal yang terpenting adalah mencegah kebakaran terjadi dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebab kebakaran.

"Masyarakat bisa memeriksa kabel-kabel di rumah masing-masing, apabila ada kabel yang tua atau rapuh bisa segera diganti," imbaunya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved