Breaking News:

Lapas Ketapang Jalin Kerjasama Pembinaan Keterampilan Warga Binaan dengan Disnakertrans Ketapang

Dalam kerjasama itu, nantinya para WBP yang telah memenuhi syarat asimilasi akan diberikan pelatihan keterampilan.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kalapas IIB Ketapang, Ali Imran bersama Kepala Disnakertrans, Dersi Usai Menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembinaan Keterampilan WBP. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Ketapang menandatangani perjanjian kerja sama terkait program Pembinaan Keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin 8 Maret 2021.

Penandatangan perjanjian kerjasama tersebut disaksikan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kalbar, Suprobowati.

Dalam kerjasama itu, nantinya para WBP yang telah memenuhi syarat asimilasi akan diberikan pelatihan keterampilan.

Kepala Lapas Kelas IIB Katapang, Ali Imran mengatakan setidaknya ada 25 hingga 30 WBP yang akan mengikuti pelatihan tahap awal ini. 

Baca juga: Pengusaha Amplang di Ketapang Akui Tak Terganggu Adanya Larangan Penggunaan Ikan Belida

"Bulan depan kegiatan akan kita mulai, kami akan melakukan assessment awal," kata Ali Imran.

Kalapas menambahkan kedepan pihaknya akan mengupayakan menjalin kerjasama dengan Dinas terkait lainnya bahkan guna memberikan program pembinaan bagi WBP di Lapas Ketapang.

"Harapan saya Lapas dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tidak hanya menjaga keamanan dan mengawasi pidana orang. Tetapi bagaimana para WBP produktif di dalam dan pada saat bebas bisa mendapatkan bekal," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Ketapang, Dersi mengatakan pihaknya akan memberikan pelatihan kepada WBP dan berharap bisa menjadi bekal mereka ketika bebas. 

"Kegiatan Pelatihan ini tidak lepas dari Balai Latihan Kerja (BLK) Ketapang. Ada beberapa kejuruan yang bisa diberikan pelatihan kepada WBP, diantaranya las listrik, perbaikan komputer, pengelolaan hasil pertanian, pengelolaan hasil perikanan dan menjahit," kata Dersi. 

Dersi berharap dengan adanya kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi WBP di Lapas Ketapang.

Dan dikemudian hari, WBP juga diharapkan mempunyai bekal keterampilan yang memadai saat keluar dari Lapas dan kembali ke masyarakat.

Sementara itu Kepala Divisi Pemasyarakatan Suprobowati yang menjadi saksi penandatanganan kerja sama ini, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Lapas Ketapang dalam upaya meberikan program pembinaan bagi WBP. 

"Nantinya pembinaan kemandirian di Lapas Ketapang dapat terlaksanan dengan baik, sesuai intruksi Dirjen Pemasyarakatan kita harus berkoordinasi dengan instansi terkait," kata Suprobowati.

Selain itu, menurutnya, dengan adanya pelatihan keterampilan yang diberikan, WBP ini bisa tercover. Sehingga waktu menjalani pidana di dalam Lapas tidak habis begitu saja, paling tidak ada program peningkatan skill WBP.

"Apabila kerjasama ini berjalan dengan baik, WBP nantinya bisa professional, sekaligus pelatihan kerja ini bisa meningkatkan pendapatan negara bukan pajak," pungkasnya. (*)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved