Breaking News:

40 Guru dan 11 Siswa SMA Positif Pasca Pembelajaran Tatap Muka, Orangtua Khawatir Klaster Sekolah

Harap guru dan siswa diswab dan diawasi protokol kesehatan Covid-19 di sekolah karena kesehatan enggak ada harganya

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Peninjauan Pembelajaran tatap muka di Sekolah oleh Wali Kota Pontianak, Jumat 26 Februari 2021. TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA. 

Menurut politisi PAN ini, pelaksanaan pembelajaran tatap muka memang tidak bisa dipaksakan karena akan membuat cemas orangtua murid.

"Kalau tidak ada syarat dari yang saya sebutkan, yakni pandemi berakhir dan semua sudah divaksin, tatap muka memang tidak bisa kita paksakan, karena jika dipaksakan akan terjadi perasaan was-was baik murid maupun orang tuanya," katanya.

Maka dari itu, legislator dapil Sambas ini berharap seluruh elemen terutama orangtua murid dapat bersabar.

"Memang pada kondisi sekarang kita mesti ada kesabaran tingkat tinggi, perlu banyak bersabar karena faktanya pandemi masih berlangsung, sementara mengenai zona covid sangat fluktuatif, tidak bisa dijadikan faktor utama," timpal dia.

"Tentu kita juga berharap agar dilindungi oleh Allah SWT dan terus berdoa agar pandemi ini berakhir, namun untuk tatap muka menurut saya harus dikaji lagi," tutup Tony.

40 Guru dan 11 Siswa Positif
Kekhawatiran orangtua siswa SD dan SMP bukan tanpa alasan. Pasalnya terdapat 40 guru dan 11 siswa SMA di Pontianak yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani PTM selama sepekan.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar menggelar swab terhadap guru dan siswa SMA sebagai langkah evaluasi pelaksanaan PTM.

Total guru SMA di Pontianak yang telah diswab PCR mencapai 728 orang dan siswa yang menjalani rapid test antigen mencapai 175 orang. 

Dari 728 sampel guru telah keluar hasil sebanyak 540 sampel dan 40 orang guru dinyatakan positif (7,41 persen) dan 500 orang guru negatif Covid-19. Sedangkan hasil rapid antigen siswa dari 175 orang siswa sebanyak 11 orang positif covid-19 dengan persentasi positif 6,75 persen dan 152 negatif (93,25 persen).

Atas kasus ini Gubernur Kalbar Sutarmidji menutup PTM tingkat SMA/SMK se-Kalbar hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ia tak ingin mengambil risiko yang membahayakan para guru dan siswa. 

“Saya tidak ambil risiko beberapa sekolah yang kita jadikan sampel ternyata hasil PCR gurunya hampir disemua sekolah ada yang positif. Malah ada yang muridnya tidak ada yang positif,” ujar Sutarmidji.

Dikatakannya, jumlah ditemukan kasus positif terhadap guru cukup banyak. Apabila guru tidak bisa disiplin maka akan berisiko saat belajar tatap muka.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved