Calon Ketua DPW PPP Kalbar Dinilai Harus Mampunyai Beberapa Hal Ini

Partai nasionalis cukup mengalami penurunan perolehan dukungan suara, namun hilangnya basis suara tersebut lantas tidak menambah signifikan suara yang

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu diantara Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana, MA menilai calon Ketua DPW PPP Kalbar harus mempunyai beberapa hal agar menjadi sosok yang ideal memimpin partai berlambang Kakbah tersebut.

Diantaranya ialah harus mampu membangun kepercayaan publik dan juga menjaga interasi yang baik dengan masyarakat.

Berikut penuturannya.

Partai nasionalis cukup mengalami penurunan perolehan dukungan suara, namun hilangnya basis suara tersebut lantas tidak menambah signifikan suara yang dimiliki oleh partai-partai Islam, dan PPP salah satunya.

Perginya dukungan suara dari partai nasionalis ternyata belum bermigrasi kepada partai-partai Islam.

Sebagian besar orang percaya jika situasi yang seharusnya menguntungkan partai Islam tersebut belum mampu di kelola karena partai Islam tidak mampu membuktikan janji-janji politik mereka setelah pemilihan kepada publik Islam yang sebenarnya adalah basis pemilih mereka yang paling potensial, dan PPP mungkin salah satu partai Islam yang harus memperbaiki keadaan tersebut.

Baca juga: Konflik Demokrat, Pengamat: Publik Tidak Perlu Iba Pada Kubu yang Tumbang

Bahkan sebagian orang lagi percaya, partai-partai Islam tidak cukup punya kapasitas untuk membela kepentingan umat Islam.

Saluran komunikasi umat kepada partai Islam terasa berjarak dan tersumbat.

Di daerah kepemimpinan PPP kurang lebih akan menghadapi tantangan, yakni pertama membangun kembali kepercayaan umat Islam sebagai pemilih potensial kepada PPP yang merupakan salah satu representasi dari partai Islam.

Ketua PPP didaerah harus menjadi wajah dan etalase dari proses membangun kepercayaan tersebut.

Kedua, menjadikan PPP lebih mudah di akses oleh ummat Islam di daerah untuk menyalurkan aspirasi kepentingan umat.

Maka dari itu, Ketua PPP harus mampu memangkas jarak interaksi antara partainya dan umat sehingga sumbatan-sumbatan komunikasi dapat terbuka dan ummat merasa punya lebih banyak peluang untuk menjadikan PPP sebagai pembela utama dalam membantu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

Selanjutnya, konsolidasi kekuatan dari dalam tubuh ummat Islam yang mampu mendukung jalan perjuangan politik PPP sehingga partai secara sadar akan berusaha menunaikan janji janji politik mereka kepada ummat Islam.

Baca juga: Punya Peluang yang Sama, Miftah Siap Pimpin PPP Kalbar

Oleh karena itu, Ketua PPP di daerah harus mampu meletakkan dirinya sebagai aktor perekat dari unsur kekuatan ummat yang bersedia bersama sama PPP untuk memperjuangkan kemaslahatan umat Islam sembari PPP juga memenuhi janji-janji politiknya.

Terakhir, ketua PPP didaerah juga harus mampu melihat potensi bonus demografi dari kaum muda umat Islam sebagai kelompok yang dapat membantu, ikut serta dan berkontribusi dalam membesarkan PPP yang sekaligus memajukan kehidupan ummat Islam.

Publik Islam berharap, ketua PPP yang terpilih kelak mendapati dirinya cukup punya kapasitas untuk mengelola semua tantangan yang tidak ringan tersebut. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved