Breaking News:

Setop Konsumsi Ikan Belida, Antam Novambar: Ikan Belida dan Ikan Balashark Jenis Ikan Dilindungi

hasil penelitian dari Balai Riset KKP, ikan Belida Borneo dan ikan Balashark sudah sangat terancam keberadaannya di alam liar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Pelepasliaran Ikan Belida Borneo dan Balashark di Sungai Kapuas oleh Sekjen KKP Antam Novambar saat berkunjung ke Kantor PSDKP Pontianak, Jumat 5 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -   Ikan Belida Borneo, Arwana Kalimantan, dan Balashark bersama 19 jenis ikan lain asal Indonesia masuk dalam status perlindungan penuh yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2021 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi.

Hal itu disampaikan Sekjen KKP, Antam Novambar saat kunjungan kerja ke Stasiun PSDKP Pontianak, Jumat 5 Maret 2021.

 Antam Novambar menyampaikan, hasil penelitian dari Balai Riset KKP, ikan Belida Borneo dan ikan Balashark sudah sangat terancam keberadaannya di alam liar.

"Kita sangat suka sekali dengan ikan belida, diekspor, dimasak, ternyata setelah diteliti balai riset kami, sangat sudah terganggu habitatnya. Oleh sebab itu dikeluarkanlah Permen Nomor 1 tahun 2021, bahwasanya ikan belida, ikan balashark, adalah ikan yang dilindungi. Karena ini merupakan ikan endemik Sungai Kapuas, khususnya Kalimantan Barat," ujar Antam Novambar USAI pelepasliaran ikan belida dan ikan balashark ke Sungai Kapuas di Kantor PSDKP Pontianak.

Karena kedua jenis ikan ini sudah masuk dalam jenis ikan dalam perlindungan penuh, Antam berharap masyarakat Kalbar sudah tidak lagi mengonsumsi ikan atau memperjual belikan ikan tersebut.

Baca juga: Pajak Naik, Penangkar Keluh Harga Jual Ikan Arwana Murah

Walaupun ia menyadari bahwa warga masyarakat Kalbar khususnya di beberapa daerah kabupaten konsumsi terhadap ikan jenis belida cukup tinggi.

Untuk tahap awal, Antam sudah menginstruksikan seluruh jajaran dalam Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk gencar melakukan sosialisasi terkait jenis-jenis ikan yang sudah masuk daftar dilindungi.

"Kita akan lakukan secara bertahap, kita sosialisasikan dulu, masyarakat kita kan tidak bisa keras ya, sembari kita akan usahakan untuk mencari alternatif," katanya.

Selain itu, pihaknya pun akan mulai melakukan proses pembudidayaan terhadap ikan-ikan di dalam daftar tersebut untuk tetap melestarikan ikan-ikan yang sudah sangat minim di alam liarnya.

Baca juga: JANGAN Konsumsi Ikan Terkontaminasi Racun, Bisa Sebabkan Gagal Ginjal Hingga Kanker

"Yang penting, kita sayang terhadap alam, kita harus ingat keberlangsungan, kita harus ingat anak cucu kita, jangan sampai nanti yang menikmati kita yang tua - tua ini, jangan sampai nanti kita hanya tau ikan belidak, ikan Balashark hanya dari patungnya," pesannya.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved