Breaking News:

Bahaya Polusi Asap Karhutla Dalam TripTalk

Meski kini sejumlah wilayah di Kalbar termasuk Kota Pontianak sudah diguyur hujan, bahaya asap dari Karhutla masih mengancam.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
E-flyer TripTalk Today Health, "Bahaya Polusi Asap Karhutla", Jumat 5 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, dan disertai dengan demam.

Sesuai dengan namanya, ISPA akan menimbulkan peradangan pada saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Mengingat kini di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kabut asap akibat pembakaran lahan beberapa waktu terakhir membuat kualitas udara masuk dalam level berbahaya.

Kendati demikian, kondisi dalam level berbahaya itu hanya terjadi pada jam-jam tertentu.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Pontianak sempat masuk kategori berbahaya akibat polusi asal dari Karhutla.

Meski kini sejumlah wilayah di Kalbar termasuk Kota Pontianak sudah diguyur hujan, bahaya asap dari Karhutla masih mengancam.

Menurut Dokter Muda Pontianak, Eric Herrianto Dwiputra Sked, dan Dokter Pontianak, dr Chelwy JoycestioVrixander dalam TripTalk Today Health, mereka menyebutkan jika saat ini situasi kurang baik, karena selain kabut asap masih ada virus Corona.

Baca juga: Kabut Asap Bikin Kualitas Udara Pontianak Level Berbahaya, Pasien Kasus ISPA Meningkat

Dokter Eric menginformasikan disaat kabut asap seperti ini, yang terancam bukan hanya pasien yang terpapar oleh virus Corona, namun hal ini juga dapat membuat kita semua rentan terpapar virus Corona.

Ini dikarenakan, kabut asap dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh atau imun, sehingga memudahkan virus tersebut masuk.

"Karena situasi yang kurang baik bukan hanya untuk pasien Covid, namun untuk teman-teman yang sehat juga berbahaya. Oleh karena itu, teman-teman harus tetap menjaga kesehatan," jelasnya pada TripTalk yang disiarkan secara langsung di Instagram Tribun Pontianak.

Ketika ditanyai tentang istilah pneumonia pada penderita Covid, apa bisa berpengaruh buruk jika terpapar asap, Dokter Chelwy menyebutkan, jika partikel asap ini terlalu kecil dan sulit tersaring, sehingga dapat mengakibatkan Inflamasi yang parah dan dapat merusak tempat pertukaran gas di paru-paru.

Untuk itu ia menyarankan, menggunakan masker saat berpergian. Penggunaan masker, selain dapat mencegah Corona, dapat mencegah ISPA, serta hindari aktivitas di luar rumah.

"Untuk mencegahnya ialah dengan menghentikan pembakaran hutan," ungkapnya, Jumat 5 Maret 2021. (*)

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved