Breaking News:

BREAKING NEWS - Gadis 19 Tahun di Landak Meninggal Dunia Akibat Kesetrum

Mendapat informasi itu, Yuliana bersama Rania langsung bergegas kembali ke TKP untuk mengecek korban, akan tetapi sesampainya di TKP korban sudah tida

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Peristiwa naas tersebut terjadi di indekos korban yang berada di dekat Simpang Armed, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang pada Rabu 3 Maret 2021 siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Nasib tragis menimpa Sisil gadis 19 tahun asal Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak ditemukan meninggal dunia karena kesetrum.

Peristiwa naas tersebut terjadi di indekos korban yang berada di dekat Simpang Armed, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang pada Rabu 3 Maret 2021 siang.

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan melalui Kapolsek Ngabang Kompol Pesta Tampubolon membenarkan kejadian peristiwa naas tersebut.

Kapolsek menyampaikan, awalnya Bhabinkamtibmas Desa Hilir Tengah Bripka MP Tambunan mendapat informasi bahwa ada musibah anak kos kesetrum. Kemudian Bhabinkamtibmas langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Nasib tragis menimpa Sisil gadis 19 tahun asal Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak ditemukan meninggal dunia karena kesetrum.
Nasib tragis menimpa Sisil gadis 19 tahun asal Desa Sekendal, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak ditemukan meninggal dunia karena kesetrum. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

"Dari keterangan saksi atas nama Rania menerangkan, awalnya melihat korban sudah terduduk di TKP dan berteriak sambil memegang kabel warna putih," terang Kompol Pesta kepada Tribun pada Kamis 4 Maret 2021.

Lanjut Kapolsek, kemudian saksi Rania berusaha meminta bantuan kepada Yuliana yang sedang berada di rumahnya dan terletak tidak jauh dari TKP dengan memberitahukan peristiwa yang terjadi.

Baca juga: Pasukan Merah DPC TBBR Landak Gelar Orasi di Ngabang, Ini Tuntutannya

Mendapat informasi itu, Yuliana bersama Rania langsung bergegas kembali ke TKP untuk mengecek korban, akan tetapi sesampainya di TKP korban sudah tidak bergerak dan tidak bernafas lagi.

"Setelah itu korban dibawa ke RSUD Landak untuk visum. Lalu membuat Berita Acara tidak Otopsi. Selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," terang Kompol Pesta.

Kapolsek juga menghimbau kepada warga masyarakat agar lebih berhati-hati lagi dengan kabel yang ada arus listrik.

"Ini menjadi perhatian kita bersama, dan berharap warga masyarakat bisa lebih hati-hati," tutupnya. (*)

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved