Breaking News:

BNNK Sanggau Gelar Sosialisasi Program IBM

"Intervensi berbasis masyarakat atau IBM ini menjadi suatu cara menghadirkan rehablitasi di masyarakat, mengingat ketersediaan dan aksesibilitas layan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana kegiatan sosialisasi program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Aula Kantor Camat Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kemarin. BNNK Sanggau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau mengelar sosialisasi program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Aula Kantor Camat Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kemarin.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala BNNK Sanggau, Rudolf Manimbun, Sub Koordinator rehabilitasi BNNK Sanggau, Hery Ariandi, Camat Kapuas Jemain, Lurah Beringin dan para ketua RW dan RT di Kelurahan Beringin.

"Intervensi berbasis masyarakat atau IBM ini menjadi suatu cara menghadirkan rehablitasi di masyarakat, mengingat ketersediaan dan aksesibilitas layanan yang masih terbatas jumlahnya,"katanya, Kamis 4 Maret 2021.

Dikatakanya, Pemulihan berbasis masyarakat ini sangat penting karena dapat memudahkan ketersedian layanan bagi penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Baca juga: Memasuki Musim Kemarau, Ini Imbauan Ketua DAD Kabupaten Sanggau

Dengan keterlibatan masyarakat, diharapkan masyarakat mengambil peran penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Foto bersama dalam kegiatan sosialisasi program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Aula Kantor Camat Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kemarin. BNNK Sanggau.
Foto bersama dalam kegiatan sosialisasi program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di Aula Kantor Camat Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kemarin. BNNK Sanggau. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

"IBM ini program pemerintah yang berupaya menyelesaikan permasalahan penyalahgunaan narkoba dengan meningkatkan peran serta masyarakat dalam melakukan intervensi kepada masyarakat yang telah menggunakan narkoba,"tegasnya.

Lanjutnya, Dimana intervensi ini berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat, Sehingga keterbatasan akses terhadap rehabilitasi karena faktor geografis, stigma maupun biaya dapat di minimalisir. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved