Breaking News:

PT SISM dan PT SMA Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla

Pada kegiatan tersebut PT SISM dan PT SMA melibatkan sejumlah pihak diantaranya Manggala Agni Daops Ketapang, Forkopimcam Setempat, Kepala Desa, Kepal

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto Bersama Manajemen PT SISM dan PT SMA dengan Sejumlah Pihak pada Kegiatan Apel Siaga Karhutla yang digelar di lokasi PT SISM, Desa Pangkalan Teluk, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - PT Sepanjang Intisurya Mulia (SISM) dan PT Sawit Mitra Abadi (SMA) Group Genting Plantation Nusantara melaksanakan apel siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar di lokasi PT SISM di Desa Pangkalan Teluk, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Rabu 3 Maret 2021.

Pada kegiatan tersebut PT SISM dan PT SMA melibatkan sejumlah pihak diantaranya Manggala Agni Daops Ketapang, Forkopimcam Setempat, Kepala Desa, Kepala Dusun, Tokoh Adat, karyawan tim Damkar PT SISM dan PT SMA serta masyarakat setempat.

Group Manager PT SISM dan PT SMA, Hariyadi mengatakan apel siaga Karhutla ini digelar untuk memastikan kesiapan sejumlah sarana dan prasarana dalam mengahadapi ancaman Karhutla baik di dalam wilayah HGU maupun di luar HGU perusahaan.

Baca juga: Susanto Nilai Kesadaran Kolektif Penting Diperkuat Agar Karhutla Tidak Terus Terjadi

"Pada kegiatan ini kita juga saling berkoordinasi antar pihak dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi baik di wilayah perusahaan maupun sekitar perusahaan," kata Hariyadi, Rabu 3 Maret 2021.

Haryadi menjelaskan, pada kegiatan tersebut juga digelar dasar-dasar penanganan Karhutla. Bahkan menurutnya jauh sebelum musim kemarau seperti saat sekarang ini, pihaknya juga kerap menggelar kegiatan yang serupa.

"Di PT SISM kita memiliki 8 menara api, di PT SMA 10 menara api. Masing-masing juga sudah memiliki tim Damkar dengan peralatan yang standar. Intinya kita ikuti dan sesuai Permentan nomor 5 tahun 2015 lah," jelasnya.

Lebih lanjut, dalam rangka pencegahan terjadinya Karhutla, Hariyadi memastikan kalau pihaknya juga siap untuk mendampingi warga setempat yang ingin membuka lahan dengan membawa peralatan pemadaman yang lengkap.

Hal itu dilakukan agar api tidak merembet dan meluas.

"Untuk kearifan lokal tentunya kita ikuti Pergub 103 tahun 2020 yang mana perusahaan siap sedia mendampingi warga yang membakar lahan dengan menstanbykan tanki air," ujarnya.

Sementara itu Camat Nanga Tayap Monri mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PT SISM dan PT SMA.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan komitmen perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, baik di dalam maupun di luar perusahaan.

"Saya yakin dengan adanya koordinasi yang baik antar pihak, maka kasus Karhutla di Ketapang khususnya di Kecamatan Nanga Tayap dapat dicegah," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved