Breaking News:

Polres Mempawah Tetapkan Tiga Tersangka Pelaku Karhutla di Kabupaten Mempawah

Dalam Press Release tersebut juga dihadirkan tiga orang pelaku pembakaran lahan, beserta beberapa barang buktinya.

TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Polres Mempawah gelar Press Release Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di wilayah hukum (Wilkum) Polres Mempawah, Rabu 3 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Polres Mempawah gelar Press Release Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di wilayah hukum (Wilkum) Polres Mempawah.

Press Release tersebut dilaksanakan di Aula Rupatama Polres Mempawah, Rabu 3 Maret 2021.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, didampingi Waka Polres, Kompol Bermawis, serta Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP M Resky Rizal.

Dalam Press Release tersebut juga dihadirkan tiga orang pelaku pembakaran lahan, beserta beberapa barang buktinya.

Diketahui juga, ketiga pelaku tersebut, berasal dari tiga wilayah yang berbeda, dengan tiga TKP karhutla.

"Ya ketiga pelaku tersebut yakni TM (52), warga Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh. SW (49), warga Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Serta satunya lagi MS (33), warga Desa Sungai Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh," ungkapnya.

Dari penelusuran, bahwa ketiga pelaku tersebut terbukti melakukan pembakaran lahan dengan sengaja.

Baca juga: Pangdam XII/Tanjungpura Nilai  Penanganan Karhutla Tanggung Jawab Bersama

"Untuk ketiga pelaku tersebut kita jatuhi hukuman sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH)," katanya.

Lebih lanjut Kapolres menekankan, akan menindak tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

"Untuk kasus ini, akan kita tindak secara tegas, dan untuk ketiga pelaku juga sudah kita lakukan penahanan," ucapnya tegas.

Kapolres juga menyebutkan, hingga saat ini pihak kepolisian akan melanjutkan pengecekan di lapangan dan memastikan luas lahan yang terbakar.

"Akan kita lakukan pengukuran ulang, dari sebelumnya, karena hingga saat ini ada lokasi yang apinya masih menjalar, jadi akan kita ukur ulang memastikan berapa hektare yang terbakar," terangnya.

Kapolres juga meminta kepada seluruh masyarakat, supaya tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

"Tidak bosan-bosannya kita juga menghimbau, kepada warga, jangan sampai membuka lahan dengan cara dibakar, hal itu dikhawatirkan akan terjadi kebakaran lahan, apalagi di lahan yang gambut," tukasnya. (*)

Penulis: Ramadhan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved