Pangdam XII/Tanjungpura Nilai  Penanganan Karhutla Tanggung Jawab Bersama

Acara tersebut  juga dihadiri Walikota Pontianak, Karoops Polda Kalbar, Dandim 1207/BS dan Kapolresta Pontianak, Ketua Koordinator Pengusaha Kalbar Pe

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
penyerahan bantuan berupa peralatan kebakaran oleh Pengusaha Kalbar Peduli kepada Group Pemadam Kebakaran Swadaya Masyarakat bertempat di Kantor DPP MABT Pontianak, Jalan Nusa Indah, Kota Pontianak, Rabu 3 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menghadiri acara penyerahan bantuan berupa peralatan kebakaran oleh Pengusaha Kalbar Peduli kepada Group Pemadam Kebakaran Swadaya Masyarakat bertempat di Kantor DPP MABT Pontianak, Jalan Nusa Indah, Kota Pontianak, Rabu 3 Februari 2021.

Acara tersebut  juga dihadiri Walikota Pontianak, Karoops Polda Kalbar, Dandim 1207/BS dan Kapolresta Pontianak, Ketua Koordinator Pengusaha Kalbar Peduli, Ketua DPP MABT, Ketua Forum Komunikasi Kebakaran Kalbar dan Ketua BPBD Kota Pontianak.

Penyerahan bantuan berupa peralatan pemadam kebakaran dilakukan secara simbolis oleh Ketua Pengusaha Kalbar Peduli, Bapak Ari Chandra kepada perwakilan Pemadam Kebakaran Swasta.

Baca juga: Susanto Nilai Kesadaran Kolektif Penting Diperkuat Agar Karhutla Tidak Terus Terjadi

Dalam hal ini, Pengusaha Kalbar Peduli memberikan bantuan berupa selang, masker serta dana operasional kepada 51 Pemadam Kebakaran Swasta yang berada di Kota Pontianak dan Kubu Raya.

Saat memberikan sambutan, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menegaskan bahwa dalam penanganan Karhutla di Kalbar adalah menjadi tanggung jawab bersama.

Penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggungjawab TNI-Polri dan Pemadam Kebakaran tapi semua. Mulai dari pejabat yang tertinggi di Kalbar sampai dengan lapisan masyarakat paling bawah  bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya suatu kebakaran.

"Ini yang paling penting. Ini yang harus kita tanamkan dalam diri kita dulu. Karena api itu mahkluk juga kalau dihidupkan dia akan hidup terus kalau dimatikan akan mati juga. Oleh karena itu dalam penanganannya kita memang harus bahu membahu," tegas Pangdam.

Dalam penanganan Karhutla tindakan pencegahan menjadi hal yang paling penting. Untuk itu, Pangdam mengajak kepada para relawan dan masyarakat agar melaporkan bila ada indikasi yang akan membakar lahan.

"Jangan menunggu sudah dibakar baru lapor. Saya minta masyarakat harus laporkan kepada aparat agar segera bisa ditangani," imbau Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Dijelaskan Mayjen TNI Muhammad, Kodam XII/Tpr melalui program Langit Biru di Bumi Khatulistiwa ingin mengajak masyarakat untuk merubah perilaku meninggalkan kebiasaan lama dalam membuka lahan. Melalui program ini Kodam XII/Tpr mengajak masyarakat untuk membuka lahan dengan tanpa membakar.

"Harus ada perubahan perilaku dari masyarakat, harusnya jangan coba - coba membakar gambut. Kita generasi abad 2021 generasi jaman now harusnya sudah tidak lagi membuka lahan dengan membakar," harap mantan Danrem 084/Bhaskara Jaya.

Selanjutnya dalam kesempatan tersebut Pangdam XII pun mengapresiasi Pengusaha Kalbar yang telah peduli memberikan bantuan alat pemadam untuk Satgas Karhutla.

"Saya mengapresiasi dan penghargaan kepada Pengusaha Kalbar Peduli yang sudah memberikan bantuan. Terima kasih sudah dibantu. Memang kita butuh banyak alat pemadam untuk mengatasi titik api. Mudah-mudahan dengan ditetapkanya status darurat asap ini, kita diperhatikan oleh pusat sehingga bisa mendapat bantuan water bombing dan teknologi modifikasi cuaca," tutup Pangdam XII/Tpr. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved