Breaking News:

CATAT Waktu dan Tempat Pelaksanaan Vaksinasi COVID Guru SMA Sederajat di Pontianak

Vaksinasi guru di Pontianak akan berlangsung selama dua hari dengan target pada hari pertama vaksinasi menyasar 800 guru dan besok akan dilanjutkan me

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadisdik Kalbar, Sugeng 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng mengimbau agar seluruh guru SMA/SMK/SLB di Kota Pontianak hadir pada vaksinasi yang telah dijadwalkan.

Diskes Provinsi Kalbar bekerjasama dengan Diskes Kota Pontianak melaksanakan vaksinasi untuk tenaga guru SMA/SMK/SLB di Kota Pontianak yang berlangsung di Gor SSA Pontianak, Rabu 3 Maret 2021.

Vaksinasi guru di Pontianak akan berlangsung selama dua hari dengan target pada hari pertama vaksinasi menyasar 800 guru dan besok akan dilanjutkan menyasar sebanyak 806 guru SMA/SMK di Pontianak. 

Sugeng mengatakan dalam hal ini Disdik Provinsi Kalbar tentu menyambut baik pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga guru yang ada dibawah Provinsi mulai dari guru  SMA/SMK sampai kepada staf di sekolah.

Baca juga: Prajurit Kodam XII Tanjungpura Mulai Jalani Vaksinasi Covid 19

“Saya minta guru-guru bisa ikut mensukseskan kegiatan vaksinasi mulai dari ASN maupun tenaga kontrak sampai staf disekolah diharapkan bisa hadir semua,” ujar Sugeng kepada Tribun Pontinak, Rabu 3 Maret 2021.

Ia berharap dengan telah dilakukannya vaksinasi terhadap para guru  akan muncul kekebalan terhadap virus covid -19. Sehingga para guru  bisa lebih tenang sangat mengajar.

“Walaupun sudah di vaksin kita juga harus menerapkan prokes karena vaksiansi sesuai penelitian hanya memberikan keamanan 65 persen,” jelasnya.

Dikatakannya usai para guru disuntik vaksin untuk proses belajar mengajar tatap muka akan terus dilakukan evaluasi dan kordinasi dengan Ketua Satgas Provinsi dan Diskes Provinsi. 

Apabila pantauan dari data penyebaran virus berkurang tentu akan bisa dilakukan belajae tatap muka kembali sesuai arahan Gubernur Kalbar untuk pelaksanaannya.

“Kalau untuk vaksin kita  sudah imbau para guru untuk hadir melalui webinar. Mudah-mudahan tidak ada yang menolak. Kalau ada guru yang menolak akan kita panggil untuk mengetahui alasannya karena di seluruh Indonesia sudah dilakukan, jadi  harus mau tidak ada alasan untuk menolak kecuali tidak lulus skrining,” jelasnya.

Ia mengatakan sejauh ini belum ada penolakan vaksinasi dari para guru. Namun ia menegaskan apabila terdapat guru yang menolak akan dipanggil. 

“Kalau guru yang belum divaksin mungkin karena screningnya yang tidak lolos. Jadi di ditunda dulu. Saya berharap semua dapat menyiapkan diri dan jangan  was-was yang menyebabkan tekanan darah tinggi,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved