Breaking News:

Air PDAM Tidak Mengalir, Warga Kampung Bugis Pinta Direktur PDAM Gerak Cepat

"Kalau seperti ini terus kami rasa tidak sanggup, kalau air yang kami beli, satu blong (tempat air) seharga Rp 150 ribu, kami rasa sungguh tak sanggup

TRIBUNPONTIANAK/RAMADHAN
Herman, warga Kampung Bugis, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, meminta air bersih milik tetangganya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sejumlah warga di Kampung Bugis, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, keluhkan pelayanan PDAM Tirta Galaherang Mempawah.

Warga mengaku sudah ada sekitar tiga bulan air bersih dari PDAM tidak mengalir.

"Air dari PDAM ini sudah 2/3 bulan yang tidak mengalir di tempat kami," ujar Gusti Gusnadi, yang merupakan warga Kampung Bugis, Desa Sengkubang kepada Tribun, Rabu 3 Maret 2021.

Dirinya mengakui, aliran air dari PDAM sangat tidak lancar, untuk di wilayah kampungnya.

"Airnya itu sangat sangat tidak lancar, kalaupun ada aliran airnya pasti kecil, sudah begitu banyak yang memerlukan air," keluhnya.

Dirinya mengatakan, akibat dari tidak jalannya air PDAM, mengakibatkan masyarakat membeli air.

"Kalau seperti ini terus kami rasa tidak sanggup, kalau air yang kami beli, satu blong (tempat air) seharga Rp 150 ribu, kami rasa sungguh tak sanggup kalau seperti itu terus," ujarnya.

Baca juga: Wabup Muhammad Pagi Ikuti Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Mempawah

Dirinya juga menyebutkan, semenjak kemarau, stok air bersih juga habis, mengakibatkan masyarakat membeli air untuk mencukupi air bersih.

"Ada yang sudah dua kali, ada yang sudah tiga kali membeli air, dikalikan saja, sudah berapa rupiah yang keluar," kesalnya.

Dirinya meminta kepada Direktur PDAM bergerak cepat, melihat kesulitan masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Ramadhan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved