Breaking News:

22 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla di Kalbar, Sutarmidji Ancam Ambil Lahan untuk Negara

Jadi setiap lahan yang dibakar cabut saja tidak boleh dimanfaatkan dan diambil oleh negara. Kalau begitu kapok mereka

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Sutarmidji rapat bersama Forkopimda Kalbar membahas isu-isu aktual yang terjadi di Kalbar, bertempat di Hotel Mahkota Pontianak, Selasa 2 Maret 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di area 22 milik perusahaan di Kalimantan Barat. Saat ini, pihak berwenang sedang malkukan pendataan dan penyelidikan terkait karhutla ini. 

Dlam waktu dekat hasil validasi lengkap akan keluar dan diumumkan perusahaan apa saja yang terlibat.

“Kita sedang lihat data ada yang ada saat ini. Kemudian jumlah perusahannya sejauh ini datanya 22 perusahaan di seluruh Kalbar. Nanti akan saya umumkan perusahannya setelah validasi berapa luas yang terbakar,” tegas ujar Gubernur Sutarmidji usai menghadiri rapat Forkopimda Kalbar membahas isu-isu aktual yang terjadi di Kalbar di Hotel Mahkota Pontianak, Selasa 2 Maret 2021.

Ia mengatakan, tindakan tegas terhadap perusahaan akan diberikan supaya jera. Ia akan mengusulkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI dan Presiden RI Joko Widodo agar lahan yang dibakar ditarik kembali oleh negara.

Baca juga: Gunakan Banner, Bhabinkamtibmas Polsek Noyan dan Polsek Kapuas Ajak Warga Cegah Karhutla

“Kita juga bisa lihat yang kemarin terjadi kebakaran lahan di Kubu Raya dan Pontianak dan ada yang terbakar indikasinya oleh developer. Jadi dampaknya banyak asap yang dekat dengan kota dan tidak ada hujan,” ujar H Sutarmidji.

Sutarmidji juga akan menyurati presiden untuk melaporkan kondisi Karhutla di Kalbar karena ulah perusahaan. Menurutnya, KLHK harus berani mencabut atau menarik lahan yang terbakar.

“Jadi setiap lahan yang dibakar cabut saja tidak boleh dimanfaatkan dan diambil oleh negara. Kalau begitu kapok mereka,” tegas H Sutarmidji.

Midji menjelaskan, titik api Karhutla yang terjadi saat ini terpantau berada di lahan perusahaan. Bahkan, terpantau ada yang lebih dari 500 hektare. Ia menyatakan, dapat dipastikan lahan ini sengaja dibakar.

“Ini pasti perusahaan besar yang bakar. Jangan pikir kita takut sama mereka. Perusahaan ini termasuk perusahaan besar yang mikir karena dia perusahaan punya banyak link kemana-mana. Saya tidak ada urusan itu,” pungkasnya.

Baca juga: Polres Kubu Raya Siapkan 5 Unit Alat Pemadam untuk Penanggulangan Karhutla

Terkait polusi asap yang mulai mengganggu penerbangan, Midji menjelaskan, pesawat yang tak bisa mendarat di Bandara Internasional Supadio tak bisa dipukul rata akibat dampak polusi asap.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved