Breaking News:

Kabupaten Sanggau Tetapkan Siaga Kabut Asap, Berikut Imbauan Bupati Paolus Hadi

juga sudah mengintruksikan BPBD supaya segera menyampaikan imbauan kepada Camat dan Desa untuk memastikan tidak ada masyarakat yang membuka lahan deng

TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius
Bupati Sanggau Paolus Hadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan bahwa sudah menetapkan Kabupaten Sanggau darurat kabut asap, mengingat sekarang sudah memasuki musim kemarau. 

"Dan tentunya perlu kewaspadaan, kami dari Forkopimda dengan masing-masing Tupoksi sudah menggerakkan potensi yang kita untuk memantau Karhutla di Sanggau,"katanya, Selasa 2 Maret 2021.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sanggau itu juga sudah mengintruksikan BPBD supaya segera menyampaikan imbauan kepada Camat dan Desa untuk memastikan tidak ada masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, Saat ini kan tidak musim membakar untuk ladang.

Baca juga: Buka TMMD Imbangan ke-110, Bupati Sanggau Minta Partisipasi dan Dukungan Dari Masyarakat

"Jangan membakar karena alasan pertanian, karena kita sudah punya Perbup nomor 39 tahun 2020 yang mengatur tentang tata cara pembakaran lahan pertanian terbatas dan terkendali berbasis kearifan lokal. Artinya itu diatur pada saat masyarakat melakukan perladangan, dan saat ini tidak ada orang melakukan aktifitas membakar ladang,"tegasnya.

"Jadi saya sudah sampaikan jangan menggunakan kesempatan musim kemarau saat ini lalu membakar. Dan itu tegas tidak ada kaitan dengan Perbup nomor 39 tahun 2020,"tambahnya.

Sekali lagi, lanjutnya, kalau terjadi Kebakaran hutan dan lahan di musim saat ini itu berarti ada kepentingan-kepentingan di luar dari peraturan Bupati ini. 

"Personel di jajaran Forkopimda juga sudah melakukan patroli dan pengawasan mengantisipasi Karhutla. Dan di Kabupaten Sanggau kemarin itu ada dua titik api dan itu sudah dimonitor langsung oleh Kodim bersama Polres,"tegasnya.

Untuk itulah, PH sapaan akrabnya mengimbau masyarakat jangan menggunakan momen musim kemarau ini untuk membakar. Dan Hati-hati dengan api karena ketika  musim kemarau yang cukup kuat ini bisa saja mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan.

"Kalau soal kesiapan kita sudah menetapkan siaga kabut asap, potensi yang digunakan adalah kekuatan dari bawah (Desa). Kemudian di desa juga sudah ada regu yang dibentuk oleh desa, dan itu segera diaktifkan," ujarnya.

Suami Arita Apolina itu menambahkan, Sosialiasi Perbup nomor 39 tahun 2020 ini akan dilaksanakan lagi pada saat musim masyarakat melakukan pertanian berbasis kearifan lokal.

"Untuk itulah saudara-saudara kalau sekarang masih melakukan pembakaran di musim-musim ini bearti bukan ada kaitan dengan kearifan lokal masyarakat,"pungkasnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved