CHINA Vs Amerika Terbaru, Tiongkok Klaim Laut China Selatan 'Warisan' Nenek Moyang | Tantang USA

Satu di antara ketegangan tersebut tersulut dari situasi terkini di wilayah Laut China Selatan. Wilayah perairan yang kaya akan sumber daya alam.

Editor: Ishak
AFP
CHINA Vs Amerika Terbaru, Presiden AS Joe Biden Dapat Peringatan Tiongkok Soal Laut China Selatan. Cek selengkapnya di artikel ini Selasa 2 Maret 2021 / ILUSTRASI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - China Vs Amerika Serikat kian memanas saja.

Satu di antara ketegangan tersebut tersulut dari situasi terkini di wilayah Laut China Selatan.

Wilayah perairan yang kaya akan sumber daya alam.

Dan menjadi wilayah yang disengketakan dan menyeret negara-negara tetangga Indonesia di kawasan Asia Tenggara macam Vietnam Malaysia Filipina hingga Brunei Darussalam. 

Baru-baru ini, China tampak tengah meregangkan ototnya di Laut China Selatan melalui latihan militer selama sebulan penuh.

Baca juga: CHINA Vs Amerika Memanas | AS Patroli di Selat Taiwan, Tiongkok Kirim Kapal Perang & Pesawat Tempur

Ini dapat dilihat sebagai sinyal peringatan yang jelas kepada Presiden AS yang baru, Joe Biden.

Sementara itu, ketegangan di kawasan itu telah digarisbawahi oleh keputusan Washington untuk meningkatkan operasi pengintaian.

Di sisi lain, Prancis juga turut serta dalam mengirim kapal militernya.

Melansir Express.co.uk, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) sedang melakukan latihan panjang di area radius tiga mil di sebelah barat Semenanjung Leizhou di provinsi Guangdong.

Pemberitahuan pembatasan navigasi yang dikeluarkan oleh Administrasi Keselamatan Maritim China dikonfirmasi pada hari Jumat.

Baca juga: CHINA Vs Vietnam Terkini - Tiongkok Jadi Ancaman, Vietnam Perkuat Pertahanan Udara Kepulauan Spratly

Pemberitahuan tersebut mendesak kapal lain untuk tidak memasuki daerah tersebut selama bulan Maret, tanpa informasi tambahan yang diberikan.

“Kami tidak akan kehilangan satu inci pun dari tanah kami yang ditinggalkan oleh nenek moyang kami,"

"Kami bertekad untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan," demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan China pada Senin 1 Maret 2021.

Ditambahkan pula: "Kami menentang negara mana pun yang menciptakan ketegangan dan meningkatkan kehadiran militer atas nama kebebasan navigasi."

Halaman
123
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved