Breaking News:

Akibat Bicara Terlalu “Ngegas”, Pria di Kendawangan Meninggal Dunia Dibacok Oleh Temannya Sendiri

Menurut Trias, peristiwa pembunuhan itu terjadi saat keduanya bekerja sebagai buruh tebang lepas di lahan milik saudara Sekisun (44).

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tersangka YL (35) saat ini telah diamankan di Mapolsek Kendawangan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pemuda asal Cilacap Jawa Tengah, Suhendri (28) yang bekerja di perkebunan sawit milik Warga Dusun Air Merah, Desa Bangkal Serai, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang harus meregang nyawa di tangan rekan kerjanya sendiri, YL (35), Senin 1 Maret 2021.

Suhendri meninggal dunia di tempat setelah menerima beberapa luka bacokan senjata tajam jenis parang di sekujur tubuhnya.

Kejadian itu pun dipicu lantaran ucapannya diduga menyinggung tersangka YL.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono melalui Kapolsek Kendawangan, AKP Antonius Trias Kuncorojati membenarkan kejadian kasus tersebut.

Menurut Trias, peristiwa pembunuhan itu terjadi saat keduanya bekerja sebagai buruh tebang lepas di lahan milik saudara Sekisun (44).

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Terhadap Nenek 60 Tahun Diduga Alami Gangguan Kejiwaan

Kejadian pembacokan yang berakhir dengan meninggalnya korban bermula ketika pelaku menanyakan kepada korban mengenai adanya sesama rekan kerja mereka yang pulang tanpa permisi.

Padahal mereka sudah melakukan peminjaman uang kepada pemilik lahan sebesar Rp 20 juta.

Namun, pertanyaan itu dijawab korban dengan nada ketus. Ternyata ucapannya dinilai tersangka yang sedang mengasah parang dinilai menyinggung perasaannya.

Polisi saat mendatangi TKP peristiwa pembunuhan.
Polisi saat mendatangi TKP peristiwa pembunuhan. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

"Tersangka timbul emosi dan tak terbendung. Ucapan korban dibalas dengan ayunan parang bertubi-tubi sampai korban jatuh bersimbah darah dan meninggal di tempat. Di tubuh korban terdapat beberapa luka bacokan," kata AKP Trias, Selasa 2 Maret 2021.

Baca juga: Penganiaya Istri Mertua dan Ipar Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Jaksa : Persiapannya Sudah Ada

Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Kendawangan oleh petugas Polsek Kendawangan selaku penerima laporan guna kepentingan visum.

Sedangkan tersangka telah diamankan di Mapolsek untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal KUH Pidana pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved