Breaking News:

Wabup Sujiwo Bakal Jadikan Makam Habib Muhammad Almuthahar sebagai Tempat Wisata Religi

Untuk menjadikannya sebagai tempat wisata religi, kata Sujiwo, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terlebih dahulu melakukan pemugaran di sekitar kawa

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Kubu Raya saat menghadiri Haul ke-109 Habib Muhammad bin Abdullah Almuthahar di Kompleks Pemakaman Habib Muhammad Almuthahar di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, pada Sabtu 27 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo berencana menjadikan makam-makam bersejarah sebagai tempat wisata religi.

Rencana itu disampaikan Sujiwo saat berkunjung ke makam Habib Muhammad bin Abdullah Almuthahar, salah satu makam bersejarah di Kabupaten Kubu Raya.

"Ada banyak makam tokoh-tokoh besar dan guru-guru jaman dulu yang terletak di Kubu Raya. Pengunjung atau mereka yang berziarah pun jumlahnya cukup ramai sejauh ini. Saya kira makam-makam tersebut, salah satunya makam Habib Muhammad ini perlu kita jadikan sebagai tempat wisata religi," katanya saat menghadiri Haul ke-109 Habib Muhammad bin Abdullah Almuthahar di Kompleks Pemakaman Habib Muhammad Almuthahar di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, pada Sabtu 27 Februari 2021.

Untuk menjadikannya sebagai tempat wisata religi, kata Sujiwo, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terlebih dahulu melakukan pemugaran di sekitar kawasan makam.

Fasilitas penunjang lainnya, seperti toilet, tempat wudu, dan musala juga dinilainya perlu ditambah guna menambah kenyamanan pengunjung yang berziarah sekaligus berwisata rohani di tempat tersebut.

Baca juga: Sujiwo Nilai Majelis Adat Representasi Kekayaan Khazanah Budaya Bangsa

"Almarhum Habib Muhammad ini, berdasarkan pemaparan dari Habib Ishak Ali Almuthahar tadi, merupakan salah satu orang yang pertama kali membuka sebagian kawasan Desa Jeruju Besar. Salah satu desa di Kecamatan Sungai Kakap, yakni Desa Kalimas, salah satu yang membukanya adalah sanak keluarga dari Habib Muhammad. Jadi memang sangat perlu makam-makam mereka ini kita lakukan pemugaran supaya generasi-generasi muda itu paham dengan sejarah kampung halamannya," paparnya.

Sujiwo meyakini, pariwisata di Kubu Raya akan mengalami kemajuan yang cukup pesat jika rencana menjadikan makam-makam bersejarah sebagai itu tempat wisata religi berhasil terealisasi.

Pasalnya, sebelum sektor wisata rohani ini dikembangkan, pariwisata di Kubu Raya sudah lebih dulu diperkaya dengan pariwisata yang berbasis alam, pariwisata bahari, budaya, hingga kuliner hingga wisata belanja.

"Jika sektor wisata religi ini terus kita kembangkan, pariwisata kita akan mengalami kemajuan pesat karena apa yang kita miliki tak jauh berbeda dengan destinasi wisata di kota-kota lain. Mereka punya wisata budaya, kita juga punya dengan pertunjukan barongsai. Kota lainnya punya makam bersejarah, kita banyak. Apalagi kalau wisata belanja, sangat banyak di tempat kita ini," ungkapnya. (*)

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved