Pemkab Sintang Akan Segera Tetapkan Status Siaga Bencana Karhutla
Selain antisipasi Karhutla, saat ini Kabupaten Sintang juga masih dalam status siaga tanggap darurat Covid-19. Saraih mengajak, semua pihak mengawal d
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Bernard Saragih menyatakan dalam penanganan karhutla sudah jelas apa yang menjadi arahan presiden sehingga perlu untuk dipedomani bersama, dan diupayakan pada saat terjadi karhutla api jangan sampai membesar dan meluas.
"Pemkab Sintang akan segera menetapkan status siaga bencana karhutla," kata Saragih.
Setelah SK Satgas Karhutla diterbitkan, Pemda akan melaksanakan apel kesiapsiagaan dilanjutkan dengan simulasi.
"Kami berharap, desa mandiri tidak ada hotspot. Kami juga mendorong perusahaan yang ada di wilayah agar membantu dan mendukung dalam menangani karhutla," harap Saragih.
Baca juga: Lahan Perusahaan di Landak yang Belum Ditanam Sawit Kembali Alami Kebakaran
Selain antisipasi Karhutla, saat ini Kabupaten Sintang juga masih dalam status siaga tanggap darurat Covid-19. Saraih mengajak, semua pihak mengawal dan sukseskan vaksinasi Covid 19 dan Kurangi mobilitas masyarakat dalam pencegahan penyebaran covid - 19.
Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak mengatakan pembukaan lahan sudah diatur dalam Perbup dan Pergub, sehingga perlu dilakukan sosialisasi. Akan tetapi, Kapolres menilai Perbup perlu kembali dikaji ulang terhadap sanksi - sanksi yang diatur dalam perbup.
Polres Sintang juga telah melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla serta melakukan pendataan kepada perusahaan yang ada di Kabupaten Sintang melalui para Kapolsek jajaran, terkait kesiapan pihak perusahaan dlm mengantisipasi Karhutla dengan mempersiapkan alat Damkar dan kesiapan embung serta penyiapan Peleton Siaga Apinya.
"Segera tanggap jika ada kebakaran lahan jangan biarkan api membesar dan Selalu kompak dan sinergis dalam pelaksanakan tugas dilapangan baik TNI,Polri dan Instansi terkait," katanya. (*)