Breaking News:

Buka Lahan untuk Tanam Cabai Sebabkan Kebakaran Lahan, SB di Amankan Ditreskrimsus Polda Kalbar

Setelah mengumpulkan akar pakis kering, tersangka lalu menyulut tumpukan pakis itu dengan obor yang dibuatnya dengan karet ban yang dililitkan ke seba

TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Lahan milik SB di Jalan Wak Sidik Gang Amalia Jalur 9, Kecamatan Pontianak Tenggara yang di Policeline Ditreskrimsus Polda Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bakar lahan miliknya dengan sengaja hingga meluas ke lahan milik orang lain, seorang warga Kabupaten Kubu Raya berinisial SB (40) diamankan Ditreskrimsus Polda Kalbar, Sabtu 27 Februari 2021

Kasubdit 4 Tipiter Ditreskrimsus Polda Kalbar, AKBP Sardo Mangatur Pardamian Sibarani menjelaskan, SB membakar lahan miliknya pada senin 22 Februari lalu datang ke lahan miliknya yang berada di Jalan Wak Sidik Gang Amalia Jalur 9, Kecamatan Pontianak Tenggara.

"Saat itu SB datang ke tanah miliknya dengan niat membakar lahannya yang berukuran 10x20 untuk bercocok tanam menanam cabai,"ujar AKBP Sardo ditemui saat melakukan penyegelan di lahan milik SB.

Setelah mengumpulkan akar pakis kering, tersangka lalu menyulut tumpukan pakis itu dengan obor yang dibuatnya dengan karet ban yang dililitkan ke sebatang kayu.

Baca juga: Kondisi Udara di Pontianak Sangat Tidak Sehat, Kadis DLH Imbau Masyarakat Tak Bakar Lahan dan Sampah

"Setelah SB membakar lahan miliknya, dia langsung pulang kerumah tanpa menjaga lahannya, karena kemarau panjang, akhirnya api merembet ke lahan milik orang lain hingga meluas sekira 7 hektar,"ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan serta pemeriksaan sejumlah saksi, akhirnya petugas berhasil mengamankan SB, dan SB pun mengakui perbuatannya.

SB saat diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar.
SB saat diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar. (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Atas perbuatannya membakar lahan hingga merambat ke lahan lain SB dijerat dengan Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).

Hingga saat ini, dikatakan oleh AKBP Sardo, jajaran Polda Kalbar sudah menangani 6 Laporan kasus terkait pembakaran lahan, yakni 2 kasus di Pontianak, 1 Kasus di Kabupaten Kayong Utara,2 Kasus di Kabupaten Mempawah, dengan jumlah 6 tersangka.

Iapun menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan, karena hak tersebut dapat membuat kerugian yang besar bagi masyarakat lain. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved