Breaking News:

BPBD Kapuas Hulu Pastikan Karhutla di Kalis Sudah Padam

Untuk upaya kedepannya, jelas Gunawan pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan rakor Karhutlah, baik dengan Presiden melalui zoom meeting, maupun araha

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kebakaran Lahan di Kalis 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Gunawan menyatakan, kebakaran lahan di Kecamatan Kalis sudah dipadamkan, tadi malam, Kamis 25 Februari 2021.

"Kedepannya kita sudah melakukan koordinasi dan komunikasi ke semua pihak, agar tidak ada lagi terjadinya kebakaran hutan dan lahan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu," ujarnya kepada Tribun, Jumat 26 Februari 2021.

Untuk upaya kedepannya, jelas Gunawan pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan rakor Karhutlah, baik dengan Presiden melalui zoom meeting, maupun arahan Gubernur Kalbar.

Baca juga: Sat Binmas Polres Kapuas Hulu Berikan Binteknis Kepada Bhabinkamtibmas

"Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi penanganan Karhutla," ucapnya.

Kemudian, kata Gunawan, sudah menetapkan status siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

"Kita juga telah membentuk Pos Komando penanganan Karhutla di Kapuas Hulu," ujarnya.

Setelah itu jelasnya, melakukan pemadaman darat, koordinasi tingkat kecamatan untuk pembentukan relawan pemadaman Karhutla di desa.

"Terpenting lagi adalah melakukan patroli darat ke daerah yang rawan karhutla," ucapnya.

Adakah kendala selama ini dalam penanganan Karhutla di Kapuas Hulu, Gunawan menuturkan, luasnya wilayah sehingga pergerakan tim terlambat dan terjadi kebakaran luas.

"Kurangnya juga fasilitas pendukung untuk operasional bencana, dan lokasi titik karhutla jauh dari lokasi," ungkapnya.

Kapolsek Kecamatan Kalis, IPDA AA Harahap juga memastikan kebakaran hutan dan lahan wilayah hukum Polsek Kalis sudah dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB malam, Kamis 25 Februari 2021.

"Ada dua titik semuanya berhasil kita padamkan," ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran itu, jelas Harahap, pemilik lahan sudah ditanya, dimana yang bersangkutan tidak mengetahui, karena tidak merasa membakar.

"Memang kalau dilihat lahan terbakar itu sudah ada tanaman yaitu buah naga, dan bisa jadi ada yang merokok buang sisa api rokok sembarangan hingga terjadi kebakaran," ungkapnya. (*)

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved