Breaking News:

Terpidana Kasus Suap Impor Bayar Uang Pengganti Rp 903 Juta

Rudy menjelaskan, pembayaran uang pengganti ini didasarkan penuntutan yang dilakukan Cabjari Sanggau di Entikong pada tahun 2015. Terpidana dijatuhkan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Cabjari Sanggau di Entikong Rudy Astanto saat menunjukkan uang pengganti senilai Rp 903.500.000 yang dibayarkan terpidana kasus suap impor melalui PLBN Entikong, Kamis 25 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Terpidana kasus suap/gratifikasi impor melalui PLBN Entikong inisial IJ membayar pidana uang pengganti sebesar Rp 903.500.000 ke Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Sanggau di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis 25 Februari 2021.
Uang pengganti itu dibayarkan melalui Bank Mandiri KCP Entikong.

“Hari ini telah dilaksanakan pembayaran uang pengganti tindak pidana korupsi atas nama
IJ sebesar Rp 903.500.000. Pembayaran dilakukan oleh keluarga terpidana MZK, ”kata Kepala Cabjari Sanggau di Entikong, Kabupaten Sanggau, Rudy Astanto melalui rilisnya, Kamis 25 Februari 2021.

Baca juga: Terdakwa Tipikor Reboisasi KPHP di Kapuas Hulu Terancam 20 Tahun Penjara

Rudy menjelaskan, pembayaran uang pengganti ini didasarkan penuntutan yang dilakukan Cabjari Sanggau di Entikong pada tahun 2015. Terpidana dijatuhkan hukuman pidana pada putusan tingkat kasasi Mahkamah Agung RI nomor 2495 K/PID.SUS/2015 tanggal 25 November 2015.

Dalam amar putusan pidana tersebut, terpidana IJ divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 3 miliar rupiah subsider 1 tahun kurungan serta dipidana membayar uang pengganti sebesar Rp 903.500.000.

“IJ saat itu menjabat sebagai Kasi Kepabean Kantor Entikong terbukti bersalah dalam kasus suap atau gratifikasi impor dalam kurun waktu 2008-2011,”tegasnya. (*)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved