Breaking News:

Hadir di Trip Talk, Situmorang Tini Bagikan Semangat Positif

Menurutnya tahun 2020, merupakan batu loncatan yang signifikan bagi teman-teman yang suka membuat konten positif. Ia juga menilai jika tahun 2020 memb

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
E-flyer Trip Talk bersama Influencer Pontianak, Situmorang Tini, Kamis 25 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Influencer merupakan seorang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain karena kapasitas yang dimilikinya, seperti Influencer Pontianak satu ini, Situmorang Tini.

Ia berikan aura positifnya lewat Trip Talk yang tayang secara live di Instagram Tribun Pontianak, Kamis 25 Februari 2021.

Dalam Trip Talk tersebut, Tini sapaan akrabnya menceritakan pencapaian barunya tersebut dengan sangat bersemangat.

Ia mengungkapkan jika menjadi seorang influencer merupakan hal baru, yang ia perkirakan mulai tumbuh pada Bulan Mei lalu.

Menurutnya tahun 2020, merupakan batu loncatan yang signifikan bagi teman-teman yang suka membuat konten positif. Ia juga menilai jika tahun 2020 membuat masyarakat menjadi semakin mengembangkan minatnya, terutama dalam bersosial media atau menjadi konten kreator.

"Di tahun 2020 kemarin juga satu-satunya perhatian (center of attention). Kalau dulukan lihatnya hanya secara langsung saja. Kalau sekarang ibaratnya di rumah saja atau merumahkan diri, sehingga satu-satunya hiburan kita hanya media sosial. Jadi semenjak saat itu melejit sekali, semua apapun yang kita bikin pasti ditonton," jelasnya dalam Trip Talk.

Baca juga: Gelombang 12 Kartu Prakerja Tutup Hari Ini Jumat 26 Februari 2021! Cek Pengumuman www.prakerja.go.id

Untuk mengunggah foto di sosial media, ia tidak sembarangan. Ia merasa bersosial media haruslah bijak. Seperti yang dikatakannya, ia akan mengunggah sesuatu yang menurutnya baik dan sudah layak untuk diunggah setelah melewati beberapa tahap dari filternya sendiri.

Oleh karena itu, jika ada yang tidak menyukai konten yang disajikannya bukanlah suatu masalah, karena konten tersebut sudah lulus sensornya.

"Aku merasa lebih penting esensi dari setiap postingan yang aku share ke teman-teman. Misalnya di antara endorse an itu aku juga share seperti menggunakan masker dan menjaga protokol kesehatan. Tetap akan ada diriku yang diselipkan di antara endorsement tersebut. Lalu harus aktif terus setiap hari," ungkapnya bersemangat.

Dengan banyaknya jumlah followers, ia ingin dengan sungguh-sungguh dapat menyentuh followersnya, seperti berkenalan dan berteman, serta ia meminta untuk jangan sungkan untuk memanggilnya jika bertemu.

Baginya sosial media dimanfaatkan untuk hal yang positif saja, karena hal positif pun dapat dipelintir sebagian orang menjadi hal yang kurang baik atau yang mengarah ke negatif.

Ia mencontohkan semisal menyindir lewat sosial media, yang merasa tersindir bukan hanya satu orang tapi banyak.

Oleh karena itu, menurutnya lebih baik disimpan sendiri atau ke teman-teman terdekat saja, dan tidak perlu dibagikan ke sosial media.

"Aku sebenarnya kurang oke dengan sebutan selebgram atau semacamnya, tapi karena kalian suka konten ku, bertahan di akun aku jadi kita temenan aja dibanding harus menganggap aku seperti itu. Mulai aja buat konten, jangan malu dikatain orang, jangan pikirin dulu apa yang orang bakalan komen ke kalian, karena pasti ada orang yang tertarik juga. Ambil itu sebagai satu koin yang memiliki sisi yang sama, berani maju, buat konten pertahankan," motivasinya kepada Tribuners untuk terus berkembang dan bersemangat. (*)

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved