Breaking News:

RESPONS Gubernur Kalbar Sutarmidji saat Diprotes Ibu Hamil

Bahkan ada ibu hamil sembilan bulan mengeluh, karena yang bersangkutan harus mengambil jalan alternatif untuk menghindari pita penggaduh.

TRIBUNPONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Petugas mengurangi sudut kemiringan pada pita penggaduh di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa 23 Februari 2021. Pita penggaduh tersebut akan dibuat kemiringan 15 derajat pada tepiannya, dan nantinya akan dievaluasi sebelum dilakukan pengaspalan jika dianggap masih belum layak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat ( Kalbar ), Sutarmidji langsung merespons protes dari warga atas keberadaan pita penggaduh di lintasan jalan raya Jalan Aahmad Yani Pontianak.

Bahkan ada ibu hamil sembilan bulan mengeluh, karena yang bersangkutan harus mengambil jalan alternatif untuk menghindari pita penggaduh.

Sutarmidji pun menyebut bahwa yang membuat pita penggaduh di Jalan A Yani Pontianak adalah Balai Jalan Nasional.

Menindaklanjuti keluhan dan protes, Gubernur berjanji akan menyampaikan keberatan masyarakat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

Baca juga: Minta Pemerintah Daerah Rajin Kirim Sampel, Gubernur Sutarmidji: Terlambat Menangani Jadi Masalah

“Assalamu'alaikum,
Saye mengikuti keluhan dan keberatan warga akan pemasangan pita penggaduh di Jln A.Yani yg statusnya jalan milik Nasional.

Yang membuat pita tersebut adalah Balai Jalan Nasional artinya yg mengatur jalan itu Kementerian PUPR, saya akan sampaikan keberatan masyarakat.

Kemaren ade ibu- ibu yg protes ke saya, krn die hamil 9 bulan takut lewat situ, jadi harus lewat jl. Imam Bonjol untuk menuju rumahnye di UNTAN. Keputusan Pemasangan pita penggaduh itu di karenakan jln A. Yani digunakan para pembalap liar.

Saya minta juga kalau sdh direndahkan jangan lagi ade balapan liar di jln A. Yani. Kita akan rekam lewat CCTV dan kecepatan yg melebihi maksimum 60 km/jam akan ditilang.” tulis Sutarmidji di akun Facebook @Bang Midji, Selasa 23 Februari 2021 pukul 13.42 WIB (Klik DI SINI).

Lalu pada, Selasa 23 Februari 2021 malam WIB, petugas mengurangi sudut kemiringan pada pita penggaduh, di Jalan Ahmad Yani, Pontianak.

Pita penggaduh tersebut akan dibuat kemiringan 15 derajat pada tepiannya, dan nantinya akan dievaluasi sebelum dilakukan pengaspalan jika dianggap masih belum layak.

Baca juga: Kebakaran Lahan, Gubernur Sutarmidji Minta BPN Jangan Kerja Lama

Halaman
1234
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved