Breaking News:

PETI di Sekadau, Kapolres Akui Tak Bisa Larang Tanpa Berikan Solusi

Kita tidak bisa melarang, tanpa memberi solusi, ini merupakan tugas kita bersama untuk mencari solusi ini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marpina
Kapolres Sekadau AKBP K Tri Panungko 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) masih terjadi di Kabupaten Sekadau, Kapolres Sekadau AKBP K. Tri Panungko mengatakan sebagai permasalahan yang dilematis, Selasa 23 Februari 2021.

Hal itu disampaikan mengingat, di sisi lain, Peti ini bisa mengatasi perekonomian masyarakat, yang saat ini masih dalam kondisi Covid-19.

Sedangkan di sisi lain berdampak dengan kerusakan lingkungan dan pencemaran sungai, dan itu bukan tidak mungkin akan menimbulkan penyakit-penyakit yang membahayakan.

“Maka dari itu, untuk mengatasi hal ini perlu pembahasan yang matang, kita tidak bisa melarang, tanpa memberi solusi, ini merupakan tugas kita bersama untuk mencari solusi ini,” kata Kapolres Sekadau, AKBP K Tri Panungko.

Baca juga: Pemkab Sekadau dan Forkompimda Gelar Rakor Bahas Covid-19, Karhutlah dan Peti

Menurutnya masyarakat harus diberi pemahaman akan dampak negatif dari pekerjaan tersebut.

Karena bagi masyarakat yang masih menjadikan air sungai sebagai kebutuhan sehari-hari maka akan sangat dirugikan.

"Apalagi kalau melakukan kegiatan yang menggunakan merkuri. Saya sampaikan ke Kapolsek jika dia hanya menambang bisa kita usir, tapi kalau menggunakan merkuri itu sudah menjadi ancaman berat. Penambangan ilegal ini sudah salah, apalagi pakai merkuri maka ini double lagi," ungkap Kaporles.

Adapun yang bisa dilakukan saat ini adalah aparat keamanan, TNI-Polri, Camat turun langsung ke lapangan dan memberikan teguran dan sosialisasi langsung kepada masyarakat yang melakukan aktivitas PETI. (*)

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved