Breaking News:

Persiapkan Belajar Tatap Muka, Dinkes Sintang Akan Buat Zonasi Resiko Kenaikan Kasus Per Kecamatan

Dinkes, kata Sinto berencana membuat zonasi resiko kenaikan kasus per kecamatan sebagai langkah persiapan belajar tatap muka.

TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Kepala Dinas Kesehaan Kabupaten Sintang dr. Harysinto Linoh 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Meski belum ada kepastian kapan belajar tatap muka di kelas mulai digelar, Pemerintah Kabupaten Sintang, tetap melakukan persiapan jika sewaktu-waktu Gubernur Kalbar mengizinkan.

Bukan hanya dinas pendidikan yang mempersiapkan, tapi juga Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang.

“Memang belum dibuka proses pembelajaran tatap muka di Kabupaten Sintang, terutama faktornya masih masuk zona orange. Dalam 3 minggu terkahir, zona orange terus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh.

Dinkes, kata Sinto berencana membuat zonasi resiko kenaikan kasus per kecamatan sebagai langkah persiapan belajar tatap muka. Zonasi per kecamatan dinilai penting.

Baca juga: Disdik Harap Dinkes Sintang Buat Zonasi per Kecamatan untuk Persiapan Belajar Tatap Muka

Sebab, zonasi kategori resiko kenaikan kasus kabupaten yang dikeluarkan setiap minggunya, dinilai langsung oleh pemerintah pusat.

“Kalau keluar zonasi mingguan kabupaten sintang zona orange, itu bukan berarti semua di kecamatan zona orange. Zonasi pusat per kabupaten, kita tahu jumlah kasus terbanyak kota sintang, jangan menganggap karena kabupaten sintang orange, disamarakatan semua kecamatan orange,” beber Sinto.

Sinto menyebut, bisa saja di kecamatan Ambalau zona hijau, karena tidak ada kasus konfirmasi. Seharusnya, di kecamatan tersebut bisa menggelar sekolah tatap muka, namun tetap dengan protokol kesehatan.

“Tetapi kita juga akan tetap menilai, membagi zona kecamatan wilayah di kabupaten Sintang. Misalnya, kota sintang zona orange, di kemangai ambalau memang pernah ada kasus positif, tapi sekarang ndak ada. Mungkin aja di sana hijau. Sebenarnya proses pembelajaran di kecamatan ambalau bisa berlangsung. Tapi terlepas dari semua itu, kita harus kaji benar-benar, kemudian kita ajukan izin ke bupati. Kemudian dirapatkan di mana saja sekolah yang boleh belajar tatap muka berdasarkan zonasi tersebut,” jelas Sinto.

Walaupun nanti sekolah diberi izin menggelar sekolah tatap muka, pihak sekolah tetap harus mentaati protokol kesehatan.

Seperti menyediakan tempat cuci tangan, murid mengenakan masker, mengatur jarak tempat duduk satu meja satu anak, jam belajar diperpendek hingga menggunakan sif.

“Beberapa sekolah yang sudah mengajukan surat masuk ke tempat saya, mereka minta izin pembelajaran tatap muka. Tetapi kita maish belum mengizinkan, kita masih mempersiapkan zonasi per kecamatan. Mudah-mudahan zonasinya minggu ini selesai,” ujarnya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved