Breaking News:

Disdik Harap Dinkes Sintang Buat Zonasi per Kecamatan untuk Persiapan Belajar Tatap Muka

Kita seleksi sekolah yang terdaftarkan di dapodik, mereka siap dan membuat surat pertanyaan ketika sekolah ada kasus tidak diduga mereka segera off

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar menyampaikan meski belum ada kepastian kapan belajar tatap muka di kelas mulai digelar, Pemerintah Kabupaten Sintang, tetap melakukan persiapan jika sewaktu-waktu Gubernur Kalbar mengizinkan.

"Kami terus mempersiapkan bila nanti zona kuning dan diizinkan oleh gubernur," ujar Lindra.

Upaya yang dilakukan Disdik antara lain berkoordinasi dengan Dinkes, untuk memetakan zonasi tingkat kecamatan.

"Kami berkoordinasi dengan dinkes agar bisa memetakan zonasi per kecamatan perminggu. Saya dapat referensi dari sambas, dari stagas membuat zona per kecamatan, nanti kecamatan zona kuning kita persilahkan, tapi trtap dengan protokol kesehatan," beber Lindra.

Baca juga: Keluh Kesah Orangtua Belajar di Rumah Nyaris Setahun, Lindra Azmar: Dunia Pendidikan Berduka

Kemudian, sekolah yang siap menggelar belajar tatap muka di kelas, dipersilahkan untuk mendaftar ke Disdik dengan lampiran pernyataan, bila sekolah tatap muka ditemukan satu kasus konfirmasi, maka sekolah ditutup sementara.

"Kita seleksi sekolah yang terdaftarkan di dapodik, mereka siap dan membuat surat pertanyaan ketika sekolah ada kasus tidak diduga mereka segera off, kami tidak mau juga laju penularan kasusnya," ungkap Lindra.

Untuk sekolah di desa, Disdik akan berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid kecamatan. Oleh sebab itu, data zonasi perkecamatan dinilai sangat penting.

"Kita minta data itu akurat, baik satgas kabupaten dan kecamatan. Intinya, kami masih menunggu surat edaran gubernur untuk belajar tatap muka. Pada dasarnya, mendorong bisa segera tatap muka. Di kampung pun kalau dah siap boleh, kita berharap sama dengan di kota. Kedepan kalau diperbolehkan agak ekstra dengan pengawas untuk memonitor sekolah yang menyelenggarakan tatap muka," jelas Lindra. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved