Breaking News:

Ubah Pola Lama, Bupati Muda Dorong Petani Sungai Adong Lakukan Panen Dua Kali Setahun

Nanti akan kita upayakan agar pertanian padi di Sungai Adong ini tidak hanya satu kali panen dalam satu tahun, tetapi dua kali panen dalam setahun

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Abrori
Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat mengikuti Panen Raya Padi tahun 2021 di Sungai Adong, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, pada Minggu 21 Februari 2021 lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mendorong agar para petani Sungai Adong dapat melakukan panen raya sebanyak dua kali dalam setahun, pada Selasa 23 Februari 2021.

Sebab kata Muda, hal itu berguna meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Kubu Raya khususnya Kecamatan Sungai Raya.

Dan kedepan pula, Muda menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen terus mendorong pertanian di Kecamatan Sungai Raya, khususnya di Desa Kuala Dua, dapat mengubah pola, metode, dan kebiasaan bercocok tanam padi. Agar dalam satu tahun bisa dilakukan dua kali panen atau panen musim gadu.

Bupati itu juga memberikan apresiasi saat mengikuti panen raya padi tahun 2021 di Sungai Adong, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, pada Minggu lalu.

Baca juga: Bupati Muda Paparkan Strategi Hadapi Karhutla, Rencanakan Buat Kanal 

Dan dikatakannya, untuk di kecamatan lain di Kubu Raya, pengembangan pertanian sudah sejak dulu dilakukan.

Bahkan arah kebijakan pangan sebagai panglima dan dilakukan upaya pengembangan pertanian, ditujukan agar beras Kubu Raya dapat menjadi pondasi besar, bahkan spirit utama kehadiran Kabupaten Kubu Raya.

"Nanti akan kita upayakan agar pertanian padi di Sungai Adong ini tidak hanya satu kali panen dalam satu tahun, tetapi dua kali panen dalam setahun," kata Muda.

Menurut Muda, pertanian di Kecamatan Sungai Raya memiliki tantangan tersendiri.

Sebab lahan pertanian yang cukup luas yang ada di Desa Parit baru merupakan lahan milik perorangan atau milik pengusaha dan berada di kawasan perkotaan.

Sehingga ke depannya lahan pertanian ini bisa tergerus dengan pembangunan. Karena memang merupakan kawasan pengembangan.

Oleh karena itu, perlu pengembangan lahan pertanian di tempat-tempat lainnya agar pangan tetap berkecukupan.

"Kita harus persiapkan lahan untuk pengembangan pertanian lainnya. Sehingga ketika lahan di kawasan perkotaan ini mulai tergerus, kita masih tetap bertahan bahkan dikembangkan. Areal di kecamatan yang masih sangat luar biasa luas dan potensial bisa dikembangkan untuk areal pertanian untuk masa depan," tuturnya.

Muda menjelaskan hingga kini Kecamatan Kakap merupakan daerah andalan produktivitas pertanian terbesar di Kubu Raya. Sekaligus menjadi kawasan yang sangat produktif yang masih mampu dipertahankan dan dimaksimalkan.

"Kemudian Batu Ampar, itu juga secara alamiah masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengembangkan dan memperluas. Sejak dulu cetak sawah untuk daerah-daerah pesisir benar-benar masif kita lakukan," ujarnya. (*)

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved