Breaking News:

Terbaru 10 Daerah di Kalbar Zona Oranye, Gubernur Kalbar Tunggu Pergerakan Zona Sepekan Kedepan

Ia menyebutkan ada 10 Kabupaten/Kota yang nenjadi zona oranye atau risiko sedang, diantaranya Kota Singkawang, Kabupaten Sekadau, Kubu Raya, Sintang,

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan update zona per 21 Februari 2021 di Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat terdapat kenaikan zona oranye atau zona penularan sedang Covid-19.

Ia menyebutkan ada 10 Kabupaten/Kota yang nenjadi zona oranye atau risiko sedang, diantaranya Kota Singkawang, Kabupaten Sekadau, Kubu Raya, Sintang, Landak, Sanggau, Kota Pontianak, Kapuas Hulu dan Melawi, serta Kayong Utara.

"Sedangkan yang masih zona kuning adalah Kabupaten Ketapang, Sambas, Mempawah dan Bengkayang," ujarnya.

Baca juga: Tinjau Pelaksanaan Belajar Tatap Muka, Sutarmidji: Jika Zona Oranye Sekolah Kembali Daring

Terkait adanya perubahan zona tersebut, Harisson mengatakan bisa saja sekolah akan ditutup jika dalam waktu seminggu ke depan masih dalam zona oranye.

"Nah untuk zona risiko sedang ini sekolah kembali akan kita tutup jika dalam satu minggu kedepan masih oranye," jelasnya.

Hal tersebut, dikatakakannya sesuai dengan yang disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji.

Yang mana, Sutarmidji mengatakan, bahwa untuk minggu ini sekolah yang sudah mulai melaksanakan belajar tatap muka masih bisa dilanjutkan, dengan syarat penerapan protokol kesehatan covid-19 secara ketat, memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

"Untuk Minggu ini masih, kita lihat Minggu depan daerah yang Minggu depan itu masih oranye kita berhentikan sekolah tatap muka," jelas H. Sutarmidji, Selasa 23 Februari 2021.

"Tapi kalau kemudian yang oranye ini berubah jadi kuning, maka kita lihat, masih evaluasi dan besok juga kita lakukan swab kepada guru dan murid," ujarnya.

Sutarmidji menegaskan, selain zona yang bisa menentukan tutupnya sekolah tatap muka, namun juga hasil swab test juga menentukan.

"Kalau ada yang positif covid-19, kita akan berhentikan sekolah tatap muka," ucapnya.

Menurut Sutarmidji, untuk daerah di Kabupaten/Kota yang zona oranye, bisa saja melaksanakan belajar tatap muka dwngan syarat di suatu kecamatan tidak ada ditemukan kasus positif covid-19.

"Kan tidak semua Kecamatan ada kasus positif. Tinggal kita pilah saja daerah masing-masing memilah Kecamatan mana. Dan biasanya kita toleransi daerah yang jangkauan internetnya tidak sampai. Tidak ada sinyal apapun, sehingga proses belajar mengajar harus tahap muka," ujarnya.

"Intinya Minggu ini silahkan tetap (belajar tatap muka_red). Karena hari ini cenderung yang sembuh jauh lebih banyak daripada yang positif covid-19, sehingga lihat hari ini dan besok. Bisa kapan saja bisa berhentikan karena syaratnya sudah memenuhi, tapi kita lihat perkembangan kasus seperti ini mudah- mudahan besok kasus covid tetap landai," ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved