Breaking News:

Tak Mampu Tangani Karhutla Terancam Dicopot, Kapolres Ketapang Akui Telah Lakukan Banyak Hal

"Banyak yang sudah dilakukan untuk penanganan Karhutla, tidak sebatas setelah adanya pernyataan Presiden," ujar Kapolres.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono bersama Wakapolres Ketapang Kompol Jonathan saat ditemui di Mapolres Ketapang. Foto Nur Imam Satria 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengancam akan mencopot pejabat daerah seperti Kapolda, Pangdam, Kapolres serta Dandim yang tak mampu mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono pun menyebut kalau itu merupakan sebuah bentuk tanggungjawab dirinya sebagai Kapolres.

"Itu adalah bentuk tanggungjawab," tegas AKBP Wuryantono saat dihubungi Tribun, Selasa 23 Februari 2021.

Dalam mengatasi Karhutla di wilayah hukumnya, lanjut Wuryantono, banyak hal yang telah dilakukan oleh pihaknya.

Baca juga: Aipda Meydianto Imbau Warga Cegah Karhutla dengan Banner

Bahkan jauh sebelum adanya pernyataan dari Presiden RI.

Seperti mensiagakan anggotanya di wilayah yang dianggap rawan terjadinya Karhutla, hingga sosialisasi bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.

"Banyak yang sudah dilakukan untuk penanganan Karhutla, tidak sebatas setelah adanya pernyataan Presiden," ujar Kapolres.

Sebelumnya, Wuryantono juga secara tegas mengatakan ada sanksi pidana bagi warga maupun korporasi yang terbukti secara sengaja membuka lahan dengan cara dibakar. (*)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved