Breaking News:

Kadisbun Landak Sebut Plasma yang akan Diserahkan PT PP Ke Masyarakat Belum Layak

Hal tersebut terungkap saat tim turun ke lapangan untuk mengecek secara langsung ploting lahan-lahan plasma yang akan diserahkan kepada masyarakat yan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pengecekan oleh Kadisbun Landak bersama tim ke lokasi plasma di PT PP yang akan diserahkan kepada masyarakat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Plt Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Landak Nikolaus menerangkan, kebun plasma yang akan diserahkan oleh PT Pratama Prosentindo (PP) Wilmar Group kepada masyarakat penyerah lahan masih belum layak.

Hal tersebut terungkap saat tim turun ke lapangan untuk mengecek secara langsung ploting lahan-lahan plasma yang akan diserahkan kepada masyarakat yang tergabung dalam Koperasi Melancar Sejahtera PT PP pada Senin 22 Februari 2021.

"Dari hasil pengecekan kami kemarin memang belum maksimal perawatannya, sehingga belum layak sesuai idealnya," ujar Nikolaus kepada Tribun pada Selasa 23 Februari 2021.

Baca juga: Sukses Tanam Pohon di Air Merah Mungguk, Relawan Lindungi Hutan Landak Ajak Hijaukan Alam

Alasan belum layaknya menurut Kadis, karena di sekitaran kebun sudah banyak tumbuh pohon-pohon dan terjadi rimbun, serta pelepah juga banyak. Sehingga sulit mendapatkan hasil dan sulit dilakukan panen.

"Kesannya memang seperti tidak dipelihara," katanya.

Untuk diketahui, Tim Gabungan dari TP3K yang turun ke lapangan terdiri dari Dinas Perkebunan Landak, Komisi A DPRD Landak, Dinas Komindag Kabupaten Landak, Camat, Polsek, Koramil Ngabang, BPN, Pol PP Landak.

Kesimpulannnya, mengingat lahan plasma tersebut sudah tidak layak untuk dibagikan kepada para petani penyerah lahan.

Maka meminta kepada pihak perusahaan PT PP segera membuat ploting untuk menggantikannya dengan lahan plasma yang layak. 

Kemudian membuat kesepakatan sekitar satu pekan, Dinas Perkebunan dan managemen PT PP akan ketemu untuk mengecek kembali di lapangan mana lahan plasma yang sudah diploting dan layak untuk diserahkan kepada petani penyerah lahan.

"Sementara lahan plasma yang akan diserahkan kepada petani penyerah lahan tersebut seluas sekitar 200an hektar lebih sesuai dengan MOU. Jadi intinya lahan plasma yang akan diserahkan kepada para petani harus layak," pungkas Nikolaus. (*)

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved