Breaking News:

GMNI DPC Pontianak Harap Kepada Bupati dan Wakil Terpilih, Amanah dalam Memimpin Masyarakat

"Selama masa kampanye tentunya masing-masing calon sebelum terpilih memberikan dan menyampaikan visi dan misi sekaligus progam unggulan kepada rakyat

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil bidang politik, hukum dan Ham Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Gregorius Kabuta. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Provinsi Kalimantan Barat telah melewati fase pesta demokrasi serentak yang terjadi pada tahun 2020 dimana Tujuh kabupaten di Kalimantan Barat ini melakukan pemilihan kepala daerah serentak yang diantaranya adalah Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupatem Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang, Selasa 23 Februari 2021.

Wakil bidang politik, hukum dan Ham Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Gregorius Kabuta mengatakan, bahwa atas terlaksananya pemilihan serentak tentu sebagai masyarakat Kalbar berbahagia terkait pemilihan serentak tersebut terlewati dengan aman dan tentram.

"Selama masa kampanye tentunya masing-masing calon sebelum terpilih memberikan dan menyampaikan visi dan misi sekaligus progam unggulan kepada rakyat melalui sosialisasi yang terlaksana dengan baik melalui pertemuan lansung maupun dialog serta melalui tim sukses," ujar Kabuta kepada tribun.

Selain itu, Kabuta menyampaikan, yang menjadi Harapan besar dari para pemilih khususnya masyarakat adalah terwujud pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan

"Mengingat kepada kita semua agar bersama – sama mengawal bupati dan wakil bupati yang terpilih baik dari kebijakan publik yang dilakukan maupun dengan pengunaan anggaran nya," ungkapnya.

Baca juga: Bisakah Ganti KTP yang Rusak, Berikut Penjelasannya

Ia berharap, sebagai generasi milenial kepada para pemimpin-pemimpin yang terpilih bijak menggunakan anggaran dan mesti tepat sasaran supaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Adapun juga yang menjadi usulan kami adalah bagaimana langkah para pemimpin-pemimpin daerah yang terpilih agar membuat program kebijakan mahasiswa sarjana kembali ke daerah atau perbedayakan kawan-kawan yang sudah lulus pendidikan sarjana agar dapat bersama-sama dengan pemerintah daerah membangun daerah nya masing-masing," jelas Gregorius Kabuta.

Menurutnya, hal ini sebagai langkah mengurangi sarjana yang menjadi pengangguran karena permasalahan pada tingkat masyarakat adalah lapangan kerja serta konflik masyarakat dengan pihak-pihak dengan perusahaan mesti harus terselesaikan.

Selain itu, ia mengutarakan kepada pemimpin yang akan dilantik sebagai pemimpin yang harus menjadi fasilitator dalam penyelesaian konflik-konflik tersebut.

"Apapun bentuknya, perusahaan yang berinvestasi di wilayahnya mesti bertanggung jawab untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada para bupati dan wakil bupati se-Kalimantan Barat yang akan dilantik amanahlah dalam menjalankan tanggung jawab dari kami mahasiswa sang ujung tanduk perjuangan rakyat," tutupnya. (*)

Penulis: Jovi Lasta
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved