Breaking News:

Dinkes Sekadau Sebut Sejumlah Strategi Dalam Menyikapi Kenaikan Angka Kasus Covid-19

Henry mengatakan sejak Mei 2020- Februari 2021 kasus positif aktif di Kabupaten Sekadau hanya 10 yang berasal dari Kecamatan Belitang, Sekadau Hilir,

TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau Henry Alpius. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sekadau mencapai 247, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau mengatakan ada tanggung jawab individu dan pemerintah dalam kenaikan angka tersebut, Selasa 23 Februari 2021.

Plt Kadinkes Sekadau, Henry Alpius mengatakan hingga saat ini sudah terdata sebanyak 247 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sekadau, dengan 237 dinyatakan sembuh, 6 orang meninggal dunia, dan 4 kasus aktif.

Untuk semua kasus positif tersebut merupakan orang tanpa gejala, sehingga hanya menjalankan isolasi mandiri dan diberikan obat di rumah.

Henry mengatakan sejak Mei 2020- Februari 2021 kasus positif aktif di Kabupaten Sekadau hanya 10 yang berasal dari Kecamatan Belitang, Sekadau Hilir, Belitang Hilir, dan Nanga Mahap.

Untuk puncak kenaikan kasus diketahui terjadi pasca libur panjang, natal dan tahun baru.

Baca juga: Kabupaten Sekadau Kembali ke Zona Oranye, Ini Kata Plh Bupati Sekadau

"Saat ini kita sedang mengantisipasi kenaikan kasus usai libur Imlek dan menjelang libur Idul Fitri nanti," ujarnya.

Dinas Kesehatan Sekadau saat ini pun rutin melaksanakan program 3T, yakni
trecing, testing dan treatment untuk menjaring sejak dini penyebaran Covid-19. Skiring, trecing dan testing nantinya juga akan dilakukan dengan menggunakan Rapid Test antigen dan swab PCR.

Dengan adanya kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Sekadau, Henry menuturkan hal itu adalah tanggung jawab semua pihak. Dimana penerapan 5M menjadi tanggung jawab individu. Sedangkan 3T dan vaksin merupakan tanggung jawab pemerintah bersama baik di satgas Covid-19 dan Pemerintah.

"Penegakan disiplin harus dilaksanakan betul karena tanggung jawab ada di individu," tegasnya.

Baca juga: Sekadau Kembali Zona Oranye, Pemkab Masih Pertimbangkan Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Adapun strategi yang akan diambil Dinas Kesehatan Sekadau dalam mengatasi peningkatan kasus Covid-19 di Sekadau, diantaranya skiring, testing dengan menggunakan Rapid Test dan swab test secara masif untuk menentukan kasus baru. Dengan kebijakan sekarang satu kontak di tracing 30 orang.

Penerapan protokol kesehatan, ini diharapkan kepada masyarakat dan individu untuk ada kesadaran. Bukan hanya takut pada saat operasi Yustisi.

Mengoptimalkan peningkatan kemampuan fasilitas kesehatan dan upaya penanganan Covid-19. Terutama rumah singgah disiapkan sebagai rumah transisi juga. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus tempat tidur yang tidak bisa disediakan di RSUD, maka kita siapkan transisi yang dimonitor oleh rumah sakit.

ASN diharapkan menjadi promotor penegakkan protokol kesehatan, karena sebelumnya banyak kluster ASN di Kabupaten Sekadau.

Pembatasan aktivitas masyarakat dan pengetatan disiplin Prokes untuk mencegah kerumunan, melalui tindakan persuasif, penegakan hukum dan melibatkan pihak keamanan serta Sat Pol PP.

Mengoptimalkan posko Covid-19, sesuai instruksi Mendagri untuk membentuk posko Covid-19 dari tingkat Kabupaten, kecamatan hingga dusun. Hal ini penting karena sekarang perilaku perjalanan tidak lagi dimonitor oleh Dinas Kesehatan. (*)

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved