Breaking News:

Tim Patroli Gabungan Pelabuhan Dwikora Gagalkan 110 Burung Tanpa Dokumen

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Iptu Wendi Sulistiono menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikan bahwa akan

TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Ratusan Ekor burung yang diamankan dari truk yang akan dikirim ke Jawa melalui kapal dari Pelabuhan Dwikora Pontianak saat berada di BKSDA Kalbar, Senin 22 Februari 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengiriman ratusan Ekor burung berbagai jenis tanpa Dokumen resmi digagalkan Tim Patroli gabungan, dari Polsek Kawasan Pelabuhan Dwikora, BKSDA Kalimantan Barat dan Balai Karantina Kelas 1 Pontianak di Pelabuhan Dwikora Pontianak,, Minggu 21 Februari 2021.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Dwikora Iptu Wendi Sulistiono menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikan bahwa akan ada pengiriman satwa liar dari Pontianak menuju Pulau Jawa menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak.

Kemudian tim gabungan pun bergerak melakukan penyelidikan. Untuk mengelabui petugas, pengirim pun memasukkan ratusan ekor burung itu kedalam keranjang buah lalu meletakkannya di antara tumpukan barang lainnya di sebuah truk Fuso.

Baca juga: Sambangi Warga, Personel Polsek Pelabuhan Imbau Kamtibmas dan Disiplin Protokol Kesehatan

Lantaran Mendengar kicauan burung - burung tersebut, tim gabungan yang melakukan pemeriksaan di sejumlah kendaraan pun berhasil menemukan burung - burung itu.

Saat dilakukan pemeriksaan dokumen, ternyata burung - burung itu dikirim tanpa dokumen apapun.

Dari pendataan, total 110 ekor burung diamankan oleh tim gabungan, terdiri dari 1 ekor burung Kapas Tembak, Burung Kacer 102 ekor, Burung Cucak Hijau 4 ekor, Burung Cililin 1 ekor, dan Burung Love Bird 2 ekor, dari pendataan, burung Cucak Hijau dan Burung Cililin merupakan satwa yang dilindungi.

"Saat ini seluruh burung tersebut sudah dilimpahkan ke BKSDA Kalbar untuk proses selanjutnya, kemudian kita masih melakukan penelusuran terkait pengirim, pemilik kendaraan, supirnya dan pemilik burung - burung ini,"ujar Iptu Wendi Sulistiono di Kantornya, Senin 22 Tribun Pontianak.

Kemudian, Sub Koordinator Pengawasan Penindakan Balai Karantina kelas 1 Pontianak  Joko Supriyanto menyampaikan, dalam proses pengiriman satwa haruslah dilengkapi dengan dokumen resmi.

Bila hewan tersebut masuk kedalam hewan dilindungi maka diperlukan dokumen dari BKSDA, kemudian dari pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan tersebut barulah mengeluarkan surat kesehatan.

"Hewan - hewan yang diamankan ini tidak ada dokument apapun, dari BKSDA tidak ada, dari karantina hewan tidak da istilahnya kosongan," jelasnya. 

Saat ini seluruh hewan yang diamankan tersebut sudah berada di Kantor BKSDA Kalbar untuk proses lebih lanjut. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved