Breaking News:

Citizen Reporter

Taati Protokol Kesehatan IMKA PIJAR Fakultas Hukum UNTAN Adakan Seminar

Seminar dengan tema Peran mahasiswa dalam menyikapi intoleransi yang terjadi didalam masyarakat melalui prespektif Hukum, Politik dan agama. Seminar i

Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
SEMINAR - Taati Protokol Kesehatan IMKA PIJAR Fakultas Hukum UNTAN Adakan Seminar. 

Citizen Reporter

Koordinator Bidang Hubungan Masyarakat Ikatan Mahasiswa Katolik Pijar Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak Endro Roniaus

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pesta Perak IMKA-PIJAR(ikatan mahasiswa katolik pijar) Fakultas Hukum universitas Tanjungpura ke-25 pada tahun ini dilaksanakan dengan tujuh rangkaian kegiatan, salah satunya yaitu seminar.

Seminar dengan tema Peran mahasiswa dalam menyikapi intoleransi yang terjadi didalam masyarakat melalui prespektif Hukum, Politik dan agama. Seminar ini berlangsung pada tanggal 21 Februari 2021 di Ruangan Video Conference Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak.

Dalam seminar dengan menghadirkan para narasumber yang tepat pada bidang nya. Dari Prespektif Hukum menghadirkan Pak Thadeus Yus, S.H,. M. PA. Selaku Dosen Fakultas Hukum UNTAN sekaligus dewan pembina IMKA-PIJAR, Dibidang politik menghadirkan Yandi, S.Ag,. M.LAP., M.Sos selaku anggota DPRD kota Pontianak.

Dibidang agama ada dua narasumber yaitu dari agama katolik Pastor Elensterius Bon, SVD selaku pastor mahasiswa dan dari pandangan agama Muslim yaitu Pak Hermawansyah selaku wakil ketua PW NU KALBAR 2017-2022 direktur Swandiri institule.

Baca juga: Opening Ceremony Pesta Perak IMKA PIJAR Fakultas Hukum UNTAN ke-25

Seminar ini dipandu oleh seorang moderator dari panitia secara langsung yaitu Elva bagian panitia acara. Dalam seminar dimulai secara beruntun dari penyampaian awal yaitu prespektif Agama, kemudian Prespektif Politik dan diakhiri dari prespektif Hukum.

Prespektif agama katolik yang disampaikan Pastor Elen bahwa untuk menjaga toleransi kita harus saling merangkul karena bicara perbedaan memang dari awal kita dilahirkan berbeda, hal ini tentu harus dijaga bersama.

"Agama mengajarkan kita untuk saling merangkul dan saling mengasihi satu dengan yang lain, bicara perbedaan memang dari awal kita sudah berbeda dalam hal penciptaan ada perempuan dan laki-laki namun dalam perbedaan ini menjadi tugas kita bersama bagaimana kita merawat dan menjaga perbedaan ini," ujar Pastor Elen.

Prespektif agama Muslim oleh pak Hermawansyah mengapresiasi panitia telah menyelenggarakan karena dipandang baik adanya bisa membantu mahasiswa pandangan bagaimana cara merawat dan menjaga keberagaman.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved