Breaking News:

Siapkan Program Pulihkan Wisata, Berikut Upaya Yang Dilakukan Pemkot Singkawang

Mulyadi Qamal menerangkan pertemuan ini merupakan sinergitas mencari solusi untuk mengembalikan gairah pariwisata di Kota Singkawang.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/RIZKI KURNIA
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang, Heri Apriadi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Meski penanganan pandemi Covid-19 belum berakhir, Pemkot Singkawang melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Hal itu disampaikan Kepala Disparpora Kota Singkawang, Heri Apriadi. Menurut dia, hampir sebagian hotel, penginapan serta tempat wisata masih sepi akibat pembatasan sosial guna mencegah wabah corona.

"Berbagai program telah kami siapkan untuk mendongkrak kembali angka kunjungan, termasuk mempromosikan hotel, restoran di berbagai media serta dibentuknya pusat informasi wisata guna memudahkan wisatawan menghabiskan liburan di Kota Singkawang,” kata Heri Apriadi saat pertemuan dengan Asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang dan Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Pontianak.

Pertemuan berlangsung di Aula Hotel Mahkota, Jl P Diponegoro, Singkawang Barat, Sabtu 20 Februari 2021.

Baca juga: Pengusaha Perhotelan Merugi Dimasa Pandemi, PHRI Singkawang Ajak Disparpora dan IMA Duduk Bersama

Ia menjelaskan dalam pertemuan ini pemkot mendengarkan kondisi terkini para pengusaha. Heri menyebutkan bersama para pengusaha ini juga akan mencarikan solusi untuk meningkatkan kunjungan wisata dari dampak pandemi.

“Tentunya, pemkot melalui Disparpora akan melihat permasalahan-permasalahan itu. Apakah bisa diselesaikan secara internal atau memerlukan pemecahan melalui dinas ataupun level-level yang lebih tinggi dan seterusnya,” terang Heri.

Heri mengatakan, saat ini, pihaknya akan melakukan langkah-langkah membantu para pengusaha perhotelan dan restoran ini dalam hal promosi pemasaran. Pihaknya akan mengitegrasikan destinasasi wisata termasuk perhotelan dan restoran ke situs website ‘Pasti ke Singkawang’.

“Sehingga saat masyarakat luar mencari Singkawang di google, mereka pasti akan menemukan ‘Pasti ke Singkawang’, dan mereka akan tahu apa saja destinasi wisata di Singkawang,” paparnya.

Pertemuan bersama ini, menurut Heri merupakan sebuah hal yang baik di mana dengan saling berkomunikasi, solusi untuk memecahkan permasalahan tidak hanya datang dari segelintir orang, namun lebih banyak orang yang mendatangkan solusi-solusi.

Baca juga: Dorong UMKM dan Sektor Pariwisata Terapkan Digitalisasi Pembayaran dengan LinkAja

Sementara Ketua PHRI Kota Singkawang, Mulyadi Qamal menerangkan pertemuan ini merupakan sinergitas mencari solusi untuk mengembalikan gairah pariwisata di Kota Singkawang.

"Program-program yang disampaikan Disparpora, langsung kami tanggapi. Kami juga memberikan masukan serta menyampaikan kendala apa saja bagi para pengusaha di masa pandemi," terang Mulyadi Qamal.

Mulyadi mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 sangat terasa bagi para pengusaha perhotelan dan restoran. Sepinya pengunjung membuat pendapatan turun drastis bahkan pengusaha kesulitan untuk membayar biaya operasional hotel maupun restoran.

Kebutuhan Konsumen

Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Pontianak, Alwarerizia berpendapat, para pengusaha di Kota Singkawang dapat mengurangi keegoisan dalam berpromosi.

Menurutnya, pengusaha harus lebih melihat apa yang dibutuhkan para konsumen.

Selama ini kan, kata Alwa, biasanya sebagai seorang owner atau manager akan fokus dengan apa yang mereka inginkan, sehingga mereka cenderung membuat program sesuai dengan keinginannya, tanpa tahu apa yang menjadi kebutuhan konsumen.

“Nah coba kita putar gelobe berfikirnya, misal masyarakat hari ini sudah jenuh di rumah, tapi pengen liburan. Nah program atau promo apa sih yang harus kita berikan dari kebutuhan konsumen ini,” katanya.

Selain itu, dia juga menyarankan untuk para pengusaha agar dapat menggunakan digital secara maksimal, dengan memanfaatkan kreatifitas membangun jargon dan membangun value yang baik.

Kemudian, lanjut Alwa, untuk mempromosikan sebuah hotel, pengelola juga harus membantu mempromosikan usaha lain disekitar perhotelan, bisa seperti Masjid, restoran, tempat refleksi dan lainnya.

“Sehingga konsumen akan berfikir ketika menginap di hotel, mereka juga akan mendapatkan hal lain yang mereka butuhkan, dan pengusaha hotel harus memberikan service yang maksimal kepada konsumen,” katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved