Breaking News:

Pencari Ikan Meninggal Tersengat Listrik, Kapolres Sintang Imbau Warga Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Saat ini, aktivitas mencari ikan di sungai tengah menjadi favorit masyarakat, terlebih musim kemarau dan debit air sungai menyusut, sehingga memudahka

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim gabungan mengevkuasi jenazah Misdari yang ditemukan terapung di sungai melawi. Korban diduga tewas akibat sengatan listrik saat mencari ikan di sungai. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Seorang warga Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, meregang nyawa diduga akibat tersengat aliran listrik strom yang digunakan untuk menangkap ikan di sungai melawi.

Saat ini, aktivitas mencari ikan di sungai tengah menjadi favorit masyarakat, terlebih musim kemarau dan debit air sungai menyusut, sehingga memudahkan untuk mencari ikan.

Selain menggunakan alat tangkap ramah lingkungan seperti pancing dan lain sebagainya, ada pula warga yang menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan, seperti menggunakan daya listrik untuk menyetrum ikan.

Baca juga: BREAKING NEWS - Seorang Pria di Sintang Meninggal Dunia Tersengat Listrik Saat Cari Ikan di Sungai

Selain tak ramah lingkungan, penggunaan strum juga sangat berbahaya bagi penggunanya.

Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak, melalui Kasubag Humas, Iptu Hariyanto mengimbau warga agar lebih mengedepankan sisi keamanannya ketika mencari ikan.

"Misalnya tidak mencari ikan dengan cara menyentrom atau menggunakan arus listrik baik berupa accu, genset dan alat pemicu arus listrik, karena hal ini sangat berbahaya bagi keamanan penggunanya termasuk juga merusak ekosistem perkembangbiakan ikan, termasuk mencari ikan dengan menggunakan racun seperti potas," ujar Hariyanto.

Hariyanto menegaskan banyak hal yang dirugikan dari kegiatan mencari ikan dengan cara tersebut, baik keamanan diri si pencari ikan dengan cara menggunakan listrik, hingga anakan ikan yang terkena sengatan listrik juga bisa mati.

"Selain alat tangkap ikan berupa arus listrik juga kita himbau dan ingatkan untuk tidak mencari ikan dengan cara menuba menggunakan racun atau potas. Selain dilarang oleh undang undang juga berpotensi resiko bagi mereka yang mecari ikan dengan cara tersebut. Sebaiknya gunakan alat tangkap yang ramah lingkungan," sarannya. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved