Breaking News:

KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 175 176 177 178 179 180 181 182 Subtema 3 Peristiwa Kemerdekaan

Inilah kunci jawaban Buku Tematik Tema 7 Kelas 5 Subtema 3 pembelajaran 3 halaman halaman 174 175 176 177 178 179 180 181 dan 189

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berikut ini terdapat pembahasan kunci jawaban Tema 7 kelas 5 berjudul Peristiwa dalam Kehidupan subtema 3 Pembelajaran 3 tentang Peristiwa Mengisi Kemerdekaan untuk halaman 174 175 176 177 178 179 180 181 dan 182.

Pembahasan soal dikutip dari Buku Tematik SD kurikulum 2013 edisi revisi 2018.

Kunci jawaban Tema 7 kelas 5 SD ini ditujukan kepada orang tua atau wali sebagai pedoman untuk mengoreksi hasil belajar anak.

Inilah kunci jawaban Buku Tematik Tema 7 Kelas 5 Subtema 3 pembelajaran 3 halaman halaman 174 175 176 177 178 179 180 181 dan 189 yang dikutip dari Buku Guru dan Siswa serta jawabantematik.blogspot.com dan beberapa sumber lainnya:

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 163 164 165 166 167 168 172 173 Peristiwa Mengisi Kemerdekaan

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 183 185 186 187 188 189 Subtema 3 Peristiwa Mengisi Kemerdekaan

>>> Halaman 174

***Ayo Membaca***

Mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila merupakan cara positif dalam mengisi kemerdekaan. Nilai-nilai dalam Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur yang telah berkembang di masyarakat sejak zaman dulu. Oleh karena itulah, Pancasila menjadi pandangan hidup Indonesia dan menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku bagi setiap warga negara Indonesia. Bagaimanakah sejarah lahirnya Pancasila?

Bacalah bacaan berikut dengan saksama!

Peristiwa Lahirnya Pancasila

Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Panca artinya lima, dan sila artinya dasar. Jadi, Pancasila berarti lima dasar atau lima asas.

Istilah pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam kitab Sutasoma, pancasila berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima.

Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara terjadi pada saat Sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang pertama. Berikut usulan-usulan dasar negara yang disampaikan oleh tiga
tokoh bangsa.

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 149 150 151 153 154 155 156 158 159 161 162 Subtema 3 Peristiwa

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 Peristiwa Kehidupan

Jawaban kelas 5

29 Mei 1945

Pada tanggal 29 Mei 1945, Muhammad Yamin mengusulkan lima dasar negara, yaitu:
1. peri kebangsaan,
2. peri kemanusiaan,
3. peri ketuhanan,
4. peri kerakyatan, dan
5. kesejahteraan rakyat.

31 Mei 1945

Pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Soepomo dalam pidato singkatnya mengusulkan lima asas:
1. persatuan
2. kekeluargaan
3. keseimbangangan lahir batin
4. musyawarah
5. keadilan rakyat

1 Juni 1945

Pada hari terakhir Sidang BPUKPI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berpidato tanpa teks tentang calon rumusan dasar negara Republik Indonesia, yaitu:
1. internasionalisme,
2. peri kemanusiaan,
3. mufakat atau demokrasi,
4. kesejahteraan sosial, dan
5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kemudian, untuk memberikan nama pada kelima dasar tersebut, diusulkan istilah “Pancasila”.

Tanggal 1 Juni 1945 dianggap sebagai hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, disahkan Undang-Undang Dasar 1945 pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, termuat isi rumusan Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya pada alinea IV yang berbunyi sebagai berikut:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 149 150 151 153 154 155 156 158 159 161 162 Peristiwa Kehidupan

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 60 61 62 63 & 64 65 66 67 Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

>>> Halaman 176

***Ayo Menulis***

Bacalah dengan saksama bacaan yang berjudul "Peristiwa Lahirnya Pancasila". Setelah itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Siapa sajakah tokoh yang mengusulkan calon rumusan dasar negara Indonesia?
Jawaban :
Moh. Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno

2. Sejak kapan istilah Pancasila dikenal? Uraikan secara singkat!
Jawaban :
Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit, yaitu terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prancan dan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Dalam kitab Sutasoma, Pancasila berarti Berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima

3. Dari bahasa apakah istilah Pancasila? Apakah artinya?
Jawaban :
Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Panca dan Sila. Panca artinya Lima dan Sila artinya dasar atau prinsip

4. Apa yang dibahas dalam Sidang Pertama BPUPKI?
Jawaban :
Pembentukan dasar negara.

5. Apakah isi pidato ir. Soekarno pada Sidang Pertama BPUPKI
Jawaban :
Berpidato tanpa teks menyampaikan usulan dasar negara pada hari terakhir sidang.

6. Kapan dan pada peristiwa apakah rumusan Pancasila disahkan?
Jawaban :
Pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 termuat isi rumusan lima Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya di Alinea ke IV.

Berdasarkan jawabanmu tersebut, buatlah cerita lahirnya Pancasila. Bacakan hasilnya di depan guru dan teman-temanmu!
Jawaban :
Pancasila lahir berkat pemikiran beberapa tokoh nasional, yaitu Moh. Yamin, Dr. Soepomo, dan ir. Soekarno. Sedangkan istilah Pancasila sendiri sudah dikenal bangsa Indonesia sejak jaman dulu, tepatnya sejak jaman Majapahit. Istilah Pancasila terdapat pada kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Mpu tantular. Dalam kitab Sutasoma, Pancasila berarti berbatu sendi yang lima atau pelaksanaan kesusilaan yang lima. Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Panca dan Sila. Panca artinya Lima, dan Sila artinya dasar atau prinsip. Pancasila ini lahir pada saat pelaksanaan Sidang Pertama BPUPKI yang membahas tentang pembentukan dasar negara. Di dalam sdiang pertama BPUPKI tersebut, salah satu tokoh yaitu ir. Soekarno melakukan pidato tanpa teks untuk menyampaikan usulan dasar negara pada hari terakhir sidang. Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan Undang-Undang Dasar 1945 pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 termuat isi rumusan Lima Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya di Alinea ke IV

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 89 90 91 92 93 94 95 96 Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi

Baca juga: KUNCI JAWABAN Tema 7 Kelas 5 Halaman 97 99 102 103 104 105 107 108 109 110 111 Peristiwa Kebangsaan

>>> Halaman 179

***Ayo Berlatih***

Pahamilah bacaan di atas! Tuliskan informasi penting dalam bacaan ke dalam kolom-kolom berikut!

Kunci Jawaban kelas 5 tema 7 subtema 3 pembelajaran 3 halaman 179

>>> Halaman 180

***Ayo Berdiskusi***

Kunci jawaban tematik kelas 5 tema 7 subtema 3 pembelajaran 3 halaman 180

Dengan menggunakan gambar di atas sebagai bantuan dan informasi lain berbagai sumber, diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

1. Apa saja manfaat gotong royong?
Jawaban :
• Mempererat persaudaraan
• Meringankan suatu beban pekerjaan
• Menumbuhkan sikap tolong menolong
• Meningkatkan solidaritas
• Menumbuhkan sikap ikhlas/sukarela
• Menumbuhkan sikap kebersamaan dan persatuan

2. Bagaimana ciri masyarakat Indonesia ditunjukkan melalui kebiasaan gotong royong tersebut?
Jawaban :
• Masyarakat Indonesia yang beragam dapat bekerja sama dalam keharmonisan. Hal ini menunjukkan tingkat toleransi yang tinggi dari masyarakat Indonesia
• Masyarakat Indonesia memiliki jiwa sosial dan rasa kebersamaan yang cukup tinggi
• Masyarakat Indonesia memiliki sifat kekeluargaan yang kuat dan merupakan modal dasar persatuan
• Masyarakat Indonesia memiliki sikap gemar saling menolong
• Masyarakat Indonesia lebih untuk mementingkan kepentingan umum/bersama dibandingkan kepentingan pribadi

3. Nilai-nilai Pancasila apa sajakah yang nyata dalam gotong royong tersebut?
Jawaban :
Nilai Pancasila sila ke 3 :
• Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika
• Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa
Nilai Pancasila sila ke 5 :
• Mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong
• Memberikan pertolongan kepada orang lain
• Suka bekerja keras

4. Berikanlah paling sedikit tiga contoh yang menunjukan peran Pancasila dalam membina keutuhan bangsa Indonesia yang memiliki keragaman budaya
Jawaban :
• Sebagai Pedoman Hidup bangsa Indonesia agar tetap mempunyai satu tujuan bersama, walau berbeda ragam budaya
• Sebagai pemersatu bangsa Indonesia
• Sebagai Landasan hidup dalam segala tata cara kehidupan berbangsa dan bernegara

>>> Halaman 181-182

Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Apakah menurutmu sikap Kepala Desa mencerminkan sikap mengutamakan musyawarah dan mufakat? Mengapa
Jawaban :
Ya, Kepala Desa sudah bertindak benar dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Karena Kepala Desa mempunyai tanggung jawab terhadap orang banyak orang, sehingga setiap keputusan yang diambil oleh Kepala Desa pasti berdampak terhadap semua orang, oleh karena itu setiap ada permasalahan wajib di musyawarahkan bersama-sama dengan warga. Di samping itu Kepala Desa telah mengamalkan nilai Pancasila terutama sila ke 4, yaitu Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

2. Bagaimana pendapatmu tentang sikap Pak Doni dan Pak Badu?
Jawaban :
Tidak setuju, karena pak Doni dan pak Badu memaksakan kehendak kepada orang lain, selain itu bertentangan dengan nilai Pancasila terutama sila ke 4, yaitu tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, serta Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan,

3. Bagaimana pendapatmu tentang sikap Pak Ali?
Jawaban :
Setuju, Karena sikap pak Ali Bijaksana dengan melihat kemampuan dan kebutuhan masing-masing warga yang akan diberi bantuan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, yaitu sila ke-4 yang berisi Keputussan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, mengutamakan nilai-nilai kebersamaan dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama, Juga sesuai dengan nilai Sila ke-5, yaitu Memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.

4. Tuliskan paling sedikit dua cara yang dapat kamu lakukan untuk menghargai orang lain!
Jawaban :
• Mendengarkan secara baik pendapat orang lain dalam musyawarah ketika dikemukakan.
• Memberi apresiasi/penghargaan terhadap hasil karya/usaha orang lain
• Menggunakan bahasa/tutur kata yang sopan saat berinteraksi dengan orang lain
• Tidak menjelek-jelekkan karya orang lain
• Tidak memotong pembicaraan orang lain saat berdiskusi

>>> Halaman 182

***Ayo Renungkan***

Kamu telah mengetahui peran Pancasila dalam keragaman budaya bangsa. Kamu juga telah mengetahui contoh-contoh tindakan yang mencerminkan pengamalan dan peran nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang beragam. Nah, sekarang renungkan tindakan-tindakan apa yang telah kamu biasakan dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan penerapan dan peran nilai-nilai Pancasila dalam keragaman budaya.
Jawaban:
1. Beribadah sesuai agama
2. Menolong orang yg sedang kesusahan
3. Menghargai teman/orang yang beda suku, agama, ras dan golongan.
4. Bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah

***Ceritakan Bersama Orangtuamu***

Ceritakan peristiwa lahirnya Pancasila kepada orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Mintalah pendapat dan saran dari orang tuamu tentang isi dan caramu bercerita!

*)Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved