Breaking News:

Kapolres Landak Menyatakan Siap Bersinergi Lakukan Pencehahan Dini dengan Pemda

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam kesempatan itu menerangkan bahwa sejak tahun 2015 yang sempat terjadi kejadian kebakaran besar. Rutin di

TRIBUNPONTIANAK/Alfon Pardosi
Kegiatan Zoom Meeting yang diikuti oleh Forkopimda Landak oleh Presiden Republik Indonesia terkait pengendalian karhutla 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan mengikuti langsung kegiatan Zoom Meeting Pengarahan Presiden Republik Indonesia tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021 pada Senin tanggal 22 Februari.

Kegiatan Zoom Meeting berlangsung di Aula Besar Kantor Bupati Landak dan turut diikuti Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa, Sekda Landak Vinsensius, Dandim 1201/Mempawah Letkol Inf Dwi Agung Prihanto.

Kemudian Kajari Landak Sukamto SH MH, Kepala BPBD Landak Herman Masnur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banda Kolaga SH, dan perwakilan dari Manggala Agni Shalahudin.

Baca juga: Bupati Landak Tanam Perdana Jagung di Desa Amboyo Inti

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam kesempatan itu menerangkan bahwa sejak tahun 2015 yang sempat terjadi kejadian kebakaran besar. Rutin dilakukan pertemuan dengan tujuan untuk mengingatkan para kepala daerah terkait penanganan dan bahaya Karhutla.

Kemudian Presiden juga mengingatkan bahwa ada aturan jika terjadi kebakaran disuatu wilayah dan tidak bisa ditangani dengan baik oleh para pejabat daerah, maka jabatanya akan diganti atau dicopot.

Sehingga Presiden mengharapkan pencegahan dilakukan, sinergi dan eksekusi lapangan pun semakin ditingkatkan.

Sebab berdasarkan penjelasan dari BMKG, meski sebagian besar wilayah indonesia saat ini masih akan turun hujan dengan intensitas sedang. Namun di pertengahan bulan Maret hingga April akan memasuki fase dari musim hujan ke musim kemarau.

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro seusai mengikuti kegiatan tersebut menghimbau semua pihak untuk waspada terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Landak.

Kapolres juga mengakui sudah menginstruksikan kepada jajarannya baik di tingkat Polres mau pun Polsek agar memantau wilayahnya masing-masing dari Karhutla.

Kemudian, berdasarkan pantauan di lapangan oleh pihaknya, ada beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Landak yang rawan terjadi Karhutla.

"Jadi di Kecamatan Ngabang, Sebangki, dan Mempawah Hulu sempat terdeteksi titik api beberapa hari lalu. Kita akan siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mencegah sedini mungkin," kata Kapolres kepada Tribun.

Kapolres juga berharap agar warga masyarakat tetap mematuhi aturan yang sudah ada.

"Tetap patuhi Peraturan Gubernur mau pun Peraturan Bupati tentang pembukaan lahan berdasarkan kearifan lokal," tutup AKBP Ade. (*)

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved