Breaking News:

Bupati Landak Tanam Perdana Jagung di Desa Amboyo Inti

Bupati Landak Karolin Margret Natasa dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan memanfaatkan lahan yang ada seperti lahan replanting sawit ini dapat me

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Landak saat melaksanakan tanam perdana jagung 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak Karolin Margret Natasa melakukan penanaman perdana tanaman jagung di Dusun Jamai, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat di area lahan Kelompok Tani (Poktan) Mengalir pada Senin 22 Januari 2021.

Turut hadir mendampingi Bupati yakni Dandim 1201/Mempawah, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Landak, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kalimantan Barat, Ketua KTNA Kabupaten Landak, Kepala Desa Amboyo Inti dan Kelompok Tani Mengalir Bersama Masyarakat.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan memanfaatkan lahan yang ada seperti lahan replanting sawit ini dapat mendukung Program Nasional yakni menjaga Ketahanan Pangan Nasional pada masa Pandemi COVID-29 di Kabupaten Landak.

Baca juga: Kodim 1201/Mph Matangkan Teknis TMMD Dengan Pemkab Landak

"Karena kalau menanam jagung dilahan replanting yagn baru dibuka pasti akan belum terlalu bagus untuk tanam pertama, karena tanahnya masih keras yang sudah puluhan tahun ditanami sawit dan belum lagi ada akar dan segala macam," ujar Bupati.

"Ketika tanam yang kedua dan ketiga malah lebih bagus hasilnya, karena tanah sudah lebih lembut, lebih gembur, dan ada juga yang diselingi dengan tanam sayur dengan jagung. Intinya jangan biarkan tanah Kita menganggur," lanjut Karolin.

Karolin juga mengingatkan kepada para pekebun sawit mandiri yang sudah melakukan replanting lahan sawit ke tanaman jagung untuk dapat membentuk kelompok tani atau bergabung ke kelompok tani, yang betujuan agar dapat terdaftar ke dalam data Simluhtan dan mendapatkan Kartu Tani.

Bupati Landak mendorong masyarakat menanam jagung yang dikarenakan di Kabupaten Landak saat ini produksi jagungnya berada di nomor dua se-Kalimantan Barat.

"Mohon juga pendampingan dari KTNA agar para pekebun mandiri yang sekarang ini dulu merupakan plasma dari PTPN, mulai menggabungkan diri dalam kelompok-kelompok tani dan mendaftarkan dirinya kedalam Simluhtan," harapnya.

Karena setelah di Simluhtan, nanti akan dimasukkan ke dalam e-RDKK, sehingga bapak dan ibu bisa membeli pupuk bersubsidi. "Oleh karena itu, ke depan akan ada perubahan sistem untuk membeli pupuk bersubsidi harus menggunakan Kartu Tani," terang Karolin.

Tanam perdana jagung di Dusun Jamai, Desa Amboyo Inti ini memiliki luas areal sekitar 3 hektare dan berkerjasama dengan Konta Tani Nelayan Andalan (KTNA) dengan swadaya, sehingga penanaman jagung ini akan dilakukan secara bertahap. (*)

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved