Breaking News:

Sistem Wick Anti Gagal, Pdt Jandoko Diapresiasi Christiandy Sanjaya

Pdt. Jandoko yang sebelumnya meinisiasi budidaya ikan dalam ember perkotaan memaparkan kelebihan cara ini, mulai dari murah dan mudah dipelajari

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pdt Jandoko saat berdialog dengan Anggota Komite II DPD RI, Christiandy Sanjaya, Minggu 21 Februari 2021. IST 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sistem wick anti gagal menarik perhatian satu diantara senator Kalbar, Christiandy Sanjaya.

Adalah Pdt Jandoko kembali jadi inisiator di dalam kepengurusanya Persektuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kalimantan Barat yang memuat terobasan ketahanan pangan keluarga perkotaan.

Inisiasi baru sistem wick ialah budidaya penanaman sayur untuk keperluan keluarga di masa pandemi Covid 19 perkotaan.

Cara ini menurut Pdt. Jandoko yang sebelumnya meinisiasi budidaya ikan dalam ember perkotaan memaparkan kelebihan cara ini, mulai dari murah dan mudah dipelajari.

Baca juga: Christiandy Nilai Kendala Operasional Dialami Damkar Perlu Penanganan Berbagai Pihak

Tepat untuk lahan yang terbatas seperti diperkotaan, dapat memenuhi keperluan gizi keluarga menekan biaya, mengisi waktu lowong di saat anjuran perintah mengurangi mobilitas saat Covid 19 dan mendukung ketahanan pangan juga ditekankan pemerintah.

Pdt Jandoko yang juga ketua PGPI Kalbar, menyampaikan bahwa harapan dari ide ini berujung terciptanya lapangan kerja baru ekonomi rumah tangga.

Apalagi kaum ibu dalam wadah PGPI yang tersebar di 14 Kabupaten Kota se Kalimantan Barat bisa meniru dan menerapkan di rumah masing-masing.

Oleh sebab itu perluasan ketrampilan ini akan menyasar kaum ibu, jemaat dan masyarakat luas. Dalam hubungan ini ke depan dibutuhkan melatih tutor-tutor perkotaan.

Idealnya kata Jandoko masyarakat penerima manfaat khususnya perkotaan mau menerapkan dan mengembangkan sesuai konteks kotanya.

"Kendala-kendala seperti hama bisa diupayakan pestisida nabati – sehingga hasil produk ini benar-benar tetap sehat karena tidak mengandung unsur kimia," jelasnya.

Christiandy Sanjaya mengaku senang dan mengapresiasi dengan inisiasi ini, karena sesuai tugasnya di komite 2 di bulan Februari Maret ini yakni menyerap aspirasi dari masyarakat dengan focus pada pengawasan pelaksanaan UU No. 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budi Daya Tanaman.

"Jadi memang kami diminta agar perhatian terhadap pertanian – ketahanan pangan keluarga di masa pandemi. Apalagi jika system yang baik ini bisa menambah pendapatan warga masyarakat," kata Christiandy.

Baca juga: Christiandy: Kita Sepakat NKRI Adalah Harga Mati

Di akhir dialog virtual, Jandoko, disaksikan oleh pengurus PGPI Provinsi, menerima bantuan pengembangan hidroponik system wick dan tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Christiandy yang senantiasa peduli pada usaha-usaha pertanian perkotaan.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Kalbar dua periode tersebut mensuport 50 paket untuk 50 calon murid baru.

"Saya semakin termotivasi untuk menebar skill ini bahkan siap ke Sintang dan Singkawang dalam waktu dekat ini. Saya menjamin system wick ini adalah system hidroponik yang anti gagal," kata Pdt. Jandoko. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved