Breaking News:

CHINA Vs Amerika Serikat di Ketegangan Laut China Selatan, Tiongkok Diminta Tak Gunakan Senjata

AS menegaskan kembali pandangannya bahwa kebijakan China yang akan tegas di Laut China Selatan adalah ilegal alias tidak Sah !

Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA VIA KONTAN.CO.ID
BERIKUT PERKEMBANGAN CHINA Vs Amerika Serikat di Ketegangan Laut China Selatan terbaru, Tiongkok Diminta Tak Gunakan Senjata. Cek selengkapnya di artikel ini Sabtu 20 Februari 2021 / ILUSTRASI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Laut China Selatan adalah satu di antara ‘wilayah panas’ yang bak bom waktu bagi militer China dan lawan-lawannya.

Termasuk kemungkinan pecahnya konflik antara China Vs Amerika Serikat di wilayah lautan luas yang kaya akan sumber daya alam tersebut.

China atau yang di Indonesia disebut juga Tiongkok, sejak beberapa waktu lalu mengklaim sejumlah besar wilayah Laut China Selatan sebagai ‘wilayah kekuasaannya’.

Klaim yang tentunya mengundang reaksi keras, terutama dari sejumlah negara Asia Tenggara macam Vietnam Filipina hingga Malaysia yang juga memiliki klaim serupa terhadap sejumlah wilayah Laut China Selatan tersebut.

Baca juga: CHINA Vs India Bentrokan di Lembah Gelwan 2020, Tiongkok Rilis Jumlah Korban Meninggal Dunia

Belakangan, Amerika Serikat juga ‘turut campur’ dengan secara terang-terangan menentang klaim Tiongkok atas wilayah Laut China Selatan itu.

Baru-baru ini, dikutip dari laman Kontan.co.id, Amerika Serikat (AS) bahkan mengingatkan China agar tidak menggunakan kekuatan bersenjata alias kekuatan militer di Laut China Selatan.

AS menegaskan kembali pandangannya bahwa kebijakan China yang akan tegas di Laut China Selatan adalah ilegal.

Departemen Luar Negeri AS menyuarakan "keprihatinan" tentang undang-undang baru yang diberlakukan China yang mengizinkan penjaga pantainya untuk menggunakan senjata.

Baca juga: CHINA Kerahkan Mata-mata, Belanda Hingga Finlandia Resah Aksi Spionase Agen Intelijen Tiongkok

Terutama terhadap kapal asing yang dianggap oleh Tiongkok memasuki perairannya secara tidak sah.

"Teks di beleid tersebut secara tegas menyiratkan bahwa undang-undang ini dapat digunakan untuk mengintimidasi tetangga maritim China," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price seperti dilansir dari laman Kontan.co.id yang merangkumnya dari Strait Times, Sabtu 20 Februari 2021.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved